Sejarah Singkat ICT
·
Tahun 1970an hingga awal 1980an
(era programming, drill and practice)
Di masa ini, teknologi komputer belumlah
secanggih sekarang. Pada saat itu belum ada personal computer (PC).
Perangkat komputer baru digunakan untuk keperluan-keperluan komputasi tingkat
korporat, seperti pencatatan perbankan, simulasi ilmu pengetahuan, atau
penerbangan luar angkasa. Di dalam dunia pendidikan, perangkat komputer baru
sebatas digunakan untuk keperluan latihan-latihan otomatis yang praktis dan
singkat, khusus untuk pelajaran eksakta seperti matematika. Komputer pada saat
itu digunakan untuk melatih kemampuan berpikir logis peserta didik dan hanya
menyentuh aspek pikiran memori jangka pendek pada peserta didik. Di era ini
juga tampilan komputer masih berupa text-based interface, belum
mencapai graphical user interface (GUI) seperti sekarang, sehingga
komputer hanya mampu untuk melakukan komputasi tanpa kemampuan multimedia.
·
Tahun 1980an hingga awal 1990an
(Era Pembelajaran Berbasis Komputer dan
Multimedia) Di masa ini teknologi komputer multimedia mulai berkembang. Pada
saat itu muncul pemikiran bahwa peserta didik akan dapat belajar dengan lebih
baik dengan menonton film, animasi atau mendengarkan audio, sehingga para pakar
pembelajaran mulai merancang CD-ROM program pembelajaran dengan harapan terjadi
peningkatan yang signifikan pada aspek hasil belajar.
·
Tahun 1990an (Era Pembelajaran Berbasis
Internet)
Awal tahun 1990an merupakan era lahirnya teknologi
jaringan internet seperti yang kita kenal saat ini (worldwide web). Di masa itu
internet belumlah secanggih sekarang. Content yang umum ditampilkan
baru berupa teks dan gambar sederhana, tanpa multimedia. Pada saat itu muncul
pemikiran bahwa sebuah informasi bisa berkembang dengan sangat cepat setiap
saatnya, sehingga materi-materi pembelajaran haruslah terus diperbaharui.
Dengan pemikiran seperti itu, para pakar pembelajaran mulai mengembangkan model
pembelajaran berbasis internet agar para peserta didik bisa terus mempelajari
materi pembelajaran yang selalu diperbaharui. Pada pelaksanaannya, model
pembelajaran berbasis internet ini lebih banyak digunakan oleh pihak korporat
untuk memberikan pelatihan kepada karyawannya yang tersebar di seluruh penjuru
negeri, dengan pertimbangan bahwa pelatihan berbasis internet bisa lebih
menghemat anggaran perjalanan dan waktu kerja para pegawainya.
·
Tahun 1990an hingga awal 2000an
(e-learning)
Penggunaan teknologi komputer di masa ini
merupakan perkembangan dari era sebelumnya di mana pembelajaran berbasis
internet lahir. Di masa ini, model pembelajaran berbasis internet terus
disempurnakan hingga lahir apa yang saat ini kita kenal sebagai Learning
Management System (LMS). Di masa ini e-learning bahkan sudah
menjadi sebuah industri di mana banyak pihak yang mengembangkan produk
aplikasi e-learning dengan keunggulannya masing-masing dan diklaim
dapat lebih meningkatkan hasil pembelajaran pada aspek-aspek tertentu. Satu hal
yang patut diperhatikan dari perkembangan e-learning pada masa ini
adalah para pakar pembelajaran mulai menyadari bahwa pembelajaran dengan
memanfaatkan TIK tetap memerlukan keberadaan aspek sosial. Dampak dari
pemikiran ini adalah munculnya model-model e-learning yang lebih
dinamis di mana peserta didik tidak hanya bisa mempelajari materi pelajaran
mereka, tapi juga bisa bersosialisasi dan berinteraksi dengan peserta didik
lainnya maupun dengan para pengajar mereka.
- Tahun 2000an hingga sekarang
(aplikasi ICT berbasis sosial dan materi
pembelajaran yang bersifat gratis dan terbuka) Era ini merupakan perkembangan
mutakhir dari pemanfaatan ICT dalam bidang pembelajaran. Di era ini komputer
dan internet sudah berkembang sedemikian rupa hingga bisa menyampaikan materi
pembelajaran dengan berbagai macam format multimedia. Satu aspek yang paling
menonjol di masa ini adalah kesadaran akan esensi utama dari berbagi ilmu
pengetahuan untuk pembelajaran. Para pakar mulai sadar bahwa esensi utama dari
pemanfaatan ICT untuk pembelajaran bukanlah beragamnyacontent yang
tersedia, canggihnya materi multimedia yang disajikan, atau cepatnya suatu
pengetahuan yang tersampaikan. Esensi dari pemanfaatan ICT untuk keperluan
pembelajaran sesungguhnya sama dengan esensi kegiatan berbagi pengetahuan yang
sudah ada semenjak awal manusia bisa belajar dan berkomunikasi. Di sini muncul
kesadaran bahwa pengetahuan haruslah gratis dan bisa diakses oleh siapa saja.
Maka dari itu muncullah berbagai website atau aplikasi yang
menawarkan materi-materi ilmu pengetahuan secara gratis dan terbuka, seperti
Wikipedia (http://en.wikipedia.org) yang merupakan ensiklopedia gratis di mana
semua pengguna internet bisa mengakses dan memberikan kontribusi kepadanya,
Google Earth (http://earth.google.com) yang merupakan aplikasi peta digital
yang memuat peta seluruh planet bumi, beberapa planet lain dan beberapa bagian
dari galaksi secara komprehensif, yang bisa digunakan peserta didik untuk lebih
mengenal alam semesta mereka. Selain kedua aplikasi di atas, masih banyak
aplikasi-aplikasi ICT lain yang berlandaskan dari pemikiran bahwa ilmu
pengetahuan haruslah gratis dan bisa diakses siapa saja.
Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi
Manfaat apa yang sebenarnya ingin dicapai dengan
pemanfaatan teknologi informasi?
Tujuan utama yang ingin dicapai melalui pemanfaatan teknologi dan system
informasi diantaranya:
1. Peningkatan kualitas produk dan
layanan ;
2. Mempercepat dan mengefektifkan proses
belajar mengajar ;
3. Meningkatkan efisiensi ;
4. Meningkatkan kualitas dan
produktifitas SDM .
Sebenarnya sasaran yang ingin dicapai melalui
implementasi teknologi dan system informasi adalah guna menjawab tantangan yang
dihadapi dalam suatu pembelajaran dalam era globalisasi yaitu:
– perkembangan peserta
didik;
– peningkatan kualitas
pembelajaran ;
– efisiensi dan efektifitas
proses belajar mengajar ;
– SDM
Untuk mecapai sasaran yang diinginkan dibutuhkan system
informasi yang dapat memenuhi kriteria berikut:
1. Reliability, Availability;
2. Transparancy, Accuracy;
3. Scalability
4. Optimalisasi
5. Flexibility
6. Best Practise
7. Knowledge Enhancement
8. Competency Match
Semua siswa dituntut untuk menguasai mata
pelajaran TIK demi mengikuti perkembangan teknologi untuk mengejar
ketertinggalan bangsa Indonesia khususnya di bidang teknologi. Bahkan di berbagai
lembaga pendidikan saat ini pasti akan memprioritaskan dan menambah pelajaran
TIK dalam jadwal pelajarannya serta memperbanyak media-media yang membantu
pengembangan pembelajaran. Perkembangan yang sangat cepat membuat elemen dari
lembaga pendidikan dituntut harus mampu menguasainya dan untuk tenaga pendidik
pula.
Dalam pembelajaran terdapat model-model
sebagai pendukung proses belajar mengajar. Maka dari itu dengan adanya TIK bisa
memperkuat model pembelajaran yang berpusat pada pelajar. Wrigley berpendapat
bahwa ketika era informasi datang peran / fungsi dari tenaga pendidik akan
berkurang seiring dengan pesatnya penggunaan komputer berbasis jaringan sebagai
sumber ilmu pengetahuan. Sehingga bisa disimpulkan dengan adanya TIK bisa
member kemudahan bahkan jawaban terhadap berbagai masalah khususnya dalam
bidang pendidikan, misalnya bisa memperbaiki media pembelajaran yang sudah ada
sekarang. Tetapi menurut Negara – Negara dengan kemampuan teknologi yang
berkembang pesat pun menyatakan bahwa penggunaan IT dalam pendidikan belum bisa
merata. Untuk mengaplikasikan fungsi
teknologi menggunakan beberapa asas seperti : asas praktis, efektif dan efisien
menjadi acuan acuan utama. Artinya kalau kehadirannya menciptakan kesulitan,
menambah beban materi, dan waktu maka kehadiran TIK dinyatakan tidak memiliki
fungsi. Tetapi hal ini tidak akan terjadi di era informasi ini, karena TIK
memegang kendali suatu inovasi dalam segala bidang. Di mana perangkat
komunikasi nirkabel sudah merambah sampai ke pelosok pedesaan. Kehadiran
teknologi ini harus digunakan sebaik-baiknya dengan pengelolaan yang tepat. TIK
yang sudah menyatu kehadirannya dengan masyarakat menjadi sesuatu yang harus di
nilai baik. Maka tugas tenaga pendidik untuk memanfaatkan kehadiran TIK ini
menjadi sesuatu yang positif dan berdaya guna bahkan menjadi bernilai ekonomis.
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang
cukup panjang.Inisiatif menyelenggarakan penyiaran pendidikan melalui radio dan
televisi merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan – satuan
pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara.terdapat kelemahan penyampaian
melalui radio atau televise yaitu tidak adanya feedback dengan seketika.
Penyampaian hanya bersifat searah yaitu hanya melalui narasumber saja.
journal.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya/article/download/7669/3492
1.
oleh N Suryani - 2016 -
Comments
Post a Comment