Multi Media

Pelajaran sejarah telah diberikan sebagai mata pelajaran wajib sejak sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Namun pada kenyataannya, dalam proses pembelajaran sejarah, hanya terpaut pada buku teks dan ditambah juga dengan metode pembelajaran yang kaku. Siswa hanya menghapal untuk sementara bukan untuk jangka panjang. Hal ini dapat menjadi penyebab awal dari generasi yang melupakan sejarah bangsanya sendiri. Maka dari itu salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pembelajaran sejarah yang menyenangkan dan tidak kaku adalah dengan memanfaatkan teknologi. Hal ini juga didukung dengan semakin banyaknya masyarakat yang telah memiliki dan menggunakan perangkat bergerak (mobile device). Pada aplikasi multimedia ini bisa diselipkan informasi-informasi sejarah.


A.      Media Pembelajaran

Media pendidikan memegang peranan yang penting dalam proses pembelajaran. Penggunaan media pendidikan, dapat membantu guru dalam menyapaikan materi pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh dua komponen utama yaitu metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua komponen ini salin berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru dan membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi (Suyanto, 2004).

B.      Multi Media

Multimedia merujuk pada presentasi materi dengan menggunakan kata-kata dan gambar-gambar. Multimedia dapat dikatakan suatu bentuk baru dalam pembuatan program-program komputer dengan penggambungan lebih dari satu media. Meskipun hanya mengandung sedikitnya dua elemen, sudah dikatakan sebagai multimedia. Pengertian multimedia menurut Rosch: “Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video”; adapun pengertian menurut McCornick: “Multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar dan teks”. Menurut Turban dkk: “Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media ini dapat audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar”. Menurut Robin dan Linda: “Multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik,animasi, audio, dan gambar video” (Mayer, 2009).


C.      Multimedia Pembelajaran Interaktif

Multimedia dapat digunakan sebagai pembelajaran interaktif karena siswa lebih bisa memahami penjelasan jika disampaikan dengan kata-kata dan gambar-gambar daripada jika disajikan hanya dalam kata-kata. Proses multimedia learning bisa dipandang sebagai akuisisi informasi pesan-pesan multimedia adalah kendaraan pengirim informasi, atau sebagai instruksi pengetahuan pesan-pesan multimedia adalah alat bantu untuk menciptakan penalaran. Menurut (Nandi, 2006) Pada dasarnya salah satu tujuan pembelajaran dengan multimedia interaktif adalah sedapat mungkin menggantikan dan atau melengkapi serta mendukung unsur-unsur: tujuan, materi, metode, dan alat penilaian yang ada dalam proses belajar mengajar dalam sistem pendidikan konvensional yang biasa kita lakukan. Multimedia pembelajaran sejarah. 


Lembaga pendidikan merupakan salah satu institusi yang membuuhkan produk multimedia interaktif. Dengan keunggulan yang dimiliki multimedia mejadikan multimedia interaktif mejadi salah satu solusi dalam mengatasi keterbatasan belajar.

Kendala siswa  dalam memahami benda abstrak, benda yang terlalau kecil atau besar, pengamatan terhadap obyek yang berbahaya dapat disajikan dengan mengesankan lewat multimedia pembelajaran. Model inetraktif yang diciptakan dikolaborasi dengan  berkonsep edutainment menjadikan multimedia dimasa mendatang memelopori perubahan yang radikal dalam  pengajaran. Perubahan yang radikal yang dimaksud adalah ketika anak didik keluar dari pakem-pekem pengajaran yang otoriter, kaku, kerjakan ini, kerjakan itu dan sebagainya (Oka, 2017).


Dalam pembelajaran sejarah multimedia dapat dikemas dalam dikemas kedalam berbgai bentuk misalkan game berbasis sejarah,bisa dikemas juga dalam bentuk animasi bergambar ataupun film pendek. Dengan bantuan desain grafis pada computer digabungka dengan kreatifitas dan kebutuhan pengajaran yang diperlukan.

 

Daftar Rujukan

Suyanto, M. 2004. Aplikasi Desain Grafis Untuk Periklanan. Yogyakarta: Andi.

 

Mayer, R.E. 2009. Multimedia Learning. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

 

Nandi, S. 2006. Penggunaan Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Geografi Di Sekolah “Jurnal ‘’GEA’’ Jurusan Pendidikan Geografi Vol.6, No.1.2006. (Online). http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/197901012005011-NANDI/artikel%20jurnal/Artikel_di_Jurnal_GEA.pdf__Penggunaan_Multimedia__Interaktif.pdf. Diakses pada tanggal 31 Oktober 2018.

 

Oka,G.P.A. 2017. Media dan Multimedia pembelajaran. Deepublish: Sleman.


Comments

Popular Posts