Mengajarkan Kepada Anak-Anak Puisi Sedini Mungkin


Ilustrasi: Anak-anak sedang menulis

Sumber: https://www.kompasiana.com/aribudiyanti/5ef69a3ad541df6b0618d40e/5-tips-sederhana-menumbuhkan-minat-anak-menuliskan-puisi-mereka-sendiri?page=all


Puisi merupakan salah satu karya sastra yang dilakukan oleh seseorang untuk menyampaikan pesan melalui sebuah tulisan. Pesan-pesan yang coba dituliskan berisi kiasan-kiasan yang penuh dengan kata-kata yang syarat dengan makna-makna yang tersebunyi di setiap pola tulisannya. Seorang yang membuat puisi disebut sebagai Penyair. Setiap Penyair memiliki ciri-ciri yang khas setiap kali mereka menuangkan karya puisi mereka.

            Lalu, bagaimana menurut kalian bila menulis puisi ini diajarkan sedini mungkin kepada anak-anak? Kalau bagi penulis sendiri, hal ini penting untuk tumbuh kembangnya anak-anak karena selain dapat melatih anak-anak untuk menulis juga dapat melatih anak-anak untuk lebih imajinatif dan memancing anak untuk lebih bersosialisasi pada lingkungannya. Seperti halnya dalam sebuah artikel karya Ari Budiyanti yang berjudul “5 Tips Sederhana Menumbuhkan Minat Anak Menulisan Puisi Mereka Sendiri”, penulis sadar bahwa pada tingkat SD, mereka (anak-anak) sedang dalam masa dimana mereka dapat berpikir abstrak sesuai dengan imajinasi mereka.

            Berikut 5 langkah yang penuis kutip dari artikel karya Ari Budiyanti:

1.      Membaca aneka puisi karya anak-anak

Anak-anak perlu diperkenalkan secara aktif pada karya puisi anak. Maksudnya disini adalah puisi hasil karya anak yang seumuran dengan mereka atau puisi dengan tema anak-anak. Banyak majalah dengan tema anak-anak yang memuat puisi seperti itu. Biasanya, puisi-puisi itu disertai dengan gambar yang menarik.

Cara ini akan dapat menumbuhkan minat anak kepada puisi jika kita rutin memberikan puisi pada anak. Aktiflah bertanya kepada anak mengenai isi puisi tersebut dan bagaimana respon anak kepada puisi yang kita berikan. Mintalah anak untuk memilih satu karya puisi yang paling mereka sukai. Hal ini tidak hanya akan membuat anak tertarik dengan puisi namun juga dapat menumbuhkan interaksi anak dengan orang tua, guru, dan orang terdekat, sehingga kedepannya anak dapat bersosialisasi dengan baik.

2.      Menuangkan ide dari puisi yang telah dibaca ke dalam gambar

Jadi, puisi yang disukai oleh anak-anak itu bisa dituangkan ke dalam bentuk gambar. Menggambar bebas sesuai dengan puisi yang mereka suka. Jadi setelah mereka membaca puisi yang mereka suka, mereka akan mencoba membayangkan isi puisi itu dan mulai berimajinasi sesuai dengan isi puisi itu. Contohnya, jika mereka menyukai puisi tentang keindahan alam pantai, maka gambar yang akan mereka buat berkisar mengenai keindahan pantai. Anak-anak itu mulai menggambar setelah diberi stimulus dengan membaca puisi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat memancing imajinasi anak-anak sehingga dapat meningkatkan perkembangan berpikir anak.

3.      Mementukan tema puisi mereka sendiri

Setelah melakukan langkah 1 dan 2 untuk menumbuhkan minat berpuisi pada anak, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah dengan menentukan tema puisi mereka sendiri. Jika anak-anak sudah merasa familiar dengan puisi, maka ajaklah anak-anak untuk membuat puisi mereka sendiri. Langkah awal yang bisa kita lakukan adalah dengan memntukan tema puisi yang mereka sukai. Berikan mereka beberapa tema puisi sebagai usulan saja. Setelah itu, biarkanlah anak-anak itu menentukan sendiri tema yang mereka suka dan biarkan mereka menulis apa yang ingin mereka tulis.

Tema puisi bisa berasal dari sekitar anak-anak. Seperti halnya makanan kesukaan, mainan kesukaan, teman bermainnya, tempat wisata yang pernah dia kunjungi dan dia sukai dan lain sebagainya. Langkah selanjutnya, arahkan anak-anak untuk membayangan atau memikirkan hal-hal yang menarik yang mereka lakukan atau hal-hal yang pernah mereka alaimi atau bahkan hal-hal yang mereka rasakan berkaitan dengan tema yang mereka pilih.

4.      Menggambar tema puisi

Langkah selanjutnya adalah mengajak anak-anak untuk menggambar. Kenapa kok menggambar lagi padahal tadi sudah melakukannya? Jadi, sebelum anak-anak merangkai kata-kata yang akan mereka buat untuk membuat puisi, ajaklah anak-anak untuk menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan tema puisi pilihan mereka.

Mengekspresikan apa yang anak-anak lakukan dalam bentuk gambar merupakan langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk dapat memudahkan anak-anak dalam menunjukkan apa yang sedang mereka pikirkan. Perhatikan apa saja yang sedang mereka gambar. Tanyakan apa yang mereka gambar. Pastikan juga bila apa yang mereka gambar sesuai dengan tema puisi yang mereka sukai.

Berikan mereka masukan bila mereka sudah kehabisan ide untuk menggambar. Misalnya saja seperti sesuatu hal yang pernah mereka lakukan yang berkesan bagi mereka dan berhubungan dengan tema puisi mereka. Contoh lainnya, jika mereka memiih tema puisi tentang persahabatan, maka mereka bisa menggambar teman bermain mereka, lokasi tempat mereka bermain, atau permainan apa yang sedang mereka lakukan.

5.      Menuliskan puisi sesuai dengan gambar

Pada langkah ke 3 dan 4 adalah langkah untuk dapat memancing minat anak-anak agar dapat membuat puisi mereka sendiri. Dengan kata lain, ajaklah anak-anak untuk membuat sesuatu yang menarik, seperti halnya menggambar yang dicontohkan di atas. Setelah minat anak-anak terpancing, baru melakukan langkah selanjutnya. Langkah terakhir adalah menulis puisi mereka sendiri berdasarkan gambar yang telah mereka buat.

Mintalah anak-anak untuk mengamati dan menceritakan gambar yang telah mereka buat dengan kalimat yang sederhana. Kemudian, bantulah mereka untuk membuat kalimat dari cerita mereka ke dalam bentuk puisi. Tidak masalah bila pada saat awal mereka membuat puisi ini dengan menggunakan kalimat yang lugas. Tidak perlu adanya sajak-sajak dalam puisi yang mereka buat. Biarkan mereka merangkai puisi dengan bebas. Kita juga perlu mendampingi mereka dalam merangkai kata-kata. Bila ada anak-anak yang merangkai kata seperti cerita yang panjang, biarkan saja dulu. Lihatlah seberapa mampu mereka merangkai sebuah kalimat. Setelah selesai, baru kita berikan perbaikan dan masukan agar menjadi puisi yang baik. Singkat dan padat isi dengan kalimat yang menarik.

            Melakukkan kelima langkah di atas tidak dapat dilakukan hanya sekali saja, namun harus dilakuan terus menerus agar anak-anak dapat lebih terasah. Bila anak-anak masih menulis seperti rangkaian cerita panjang, biarkan saja dulu. Lihatlah seberapa mampumereka merangkai kata dan kalimat. Setelah mereka selesai, berikan perbaikan dan masukanagarmenjadi puisi yang lebih baik. 

            Anak-anak perlu mendapatkan tema bebas dalam membuat puisi. Jangan terlalu mendekte anak-anak dalam seluruh kegiatannya agar anak-anak dapat tumbuh brkembang menjadi seorang yang mandiri di masa yang akan datang. Biarkan imajinasi anak berkembang dengan optimal dan positif. Langkah menggambar sebelum membuat puisi di atas digunakan untuk merealisasikan apa yang dipikirkan oleh anak-anak. Tidak mudah memang membuat anak-anak langsung menuangkan pikiran mereka dalam bentuk tulisan. Apalagi kata-kata indah seperti puisi.

            Jika mereka sudah mahir membuat puisi, langkah menggambar mungkin bisa dilewati. Mereka bisa kita ajak untuk langsung mengamati lingkungan sekitar mereka. Kemudian, langsung ajak untuk menulis puisi dengan sesuatu yang mereka anggap menarik di sekitar mereka. Terus amati perkembangan anak-anak dalam melakukan sesuatu hal. Berikan mereka pujian dengan segala yang mereka lakukan meskipun hasilnya tidak sebagus yang kita harapkan. Jangan marahi mereka jika mereka membuat sebuah kesalahan.

Sumber:

https://www.kompasiana.com/aribudiyanti/5ef69a3ad541df6b0618d40e/5-tips-sederhana-menumbuhkan-minat-anak-menuliskan-puisi-mereka-sendiri?page=all

 


Comments

Popular Posts