Mengajarkan Kepada Anak-Anak Puisi Sedini Mungkin
Ilustrasi:
Anak-anak sedang menulis
Puisi merupakan salah satu karya sastra yang
dilakukan oleh seseorang untuk menyampaikan pesan melalui sebuah tulisan.
Pesan-pesan yang coba dituliskan berisi kiasan-kiasan yang penuh dengan
kata-kata yang syarat dengan makna-makna yang tersebunyi di setiap pola
tulisannya. Seorang yang membuat puisi disebut sebagai Penyair. Setiap Penyair
memiliki ciri-ciri yang khas setiap kali mereka menuangkan karya puisi mereka.
Lalu,
bagaimana menurut kalian bila menulis puisi ini diajarkan sedini mungkin kepada
anak-anak? Kalau bagi penulis sendiri, hal ini penting untuk tumbuh kembangnya
anak-anak karena selain dapat melatih anak-anak untuk menulis juga dapat
melatih anak-anak untuk lebih imajinatif dan memancing anak untuk lebih
bersosialisasi pada lingkungannya. Seperti halnya dalam sebuah artikel karya
Ari Budiyanti yang berjudul “5 Tips Sederhana Menumbuhkan Minat Anak Menulisan
Puisi Mereka Sendiri”, penulis sadar bahwa pada tingkat SD, mereka (anak-anak)
sedang dalam masa dimana mereka dapat berpikir abstrak sesuai dengan imajinasi
mereka.
Berikut
5 langkah yang penuis kutip dari artikel karya Ari Budiyanti:
1. Membaca
aneka puisi karya anak-anak
Anak-anak perlu
diperkenalkan secara aktif pada karya puisi anak. Maksudnya disini adalah puisi
hasil karya anak yang seumuran dengan mereka atau puisi dengan tema anak-anak.
Banyak majalah dengan tema anak-anak yang memuat puisi seperti itu. Biasanya,
puisi-puisi itu disertai dengan gambar yang menarik.
Cara ini akan dapat
menumbuhkan minat anak kepada puisi jika kita rutin memberikan puisi pada anak.
Aktiflah bertanya kepada anak mengenai isi puisi tersebut dan bagaimana respon
anak kepada puisi yang kita berikan. Mintalah anak untuk memilih satu karya
puisi yang paling mereka sukai. Hal ini tidak hanya akan membuat anak tertarik
dengan puisi namun juga dapat menumbuhkan interaksi anak dengan orang tua,
guru, dan orang terdekat, sehingga kedepannya anak dapat bersosialisasi dengan
baik.
2. Menuangkan
ide dari puisi yang telah dibaca ke dalam gambar
Jadi, puisi yang
disukai oleh anak-anak itu bisa dituangkan ke dalam bentuk gambar. Menggambar
bebas sesuai dengan puisi yang mereka suka. Jadi setelah mereka membaca puisi
yang mereka suka, mereka akan mencoba membayangkan isi puisi itu dan mulai
berimajinasi sesuai dengan isi puisi itu. Contohnya, jika mereka menyukai puisi
tentang keindahan alam pantai, maka gambar yang akan mereka buat berkisar
mengenai keindahan pantai. Anak-anak itu mulai menggambar setelah diberi
stimulus dengan membaca puisi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat
memancing imajinasi anak-anak sehingga dapat meningkatkan perkembangan berpikir
anak.
3. Mementukan
tema puisi mereka sendiri
Setelah melakukan
langkah 1 dan 2 untuk menumbuhkan minat berpuisi pada anak, langkah selanjutnya
yang dilakukan adalah dengan menentukan tema puisi mereka sendiri. Jika
anak-anak sudah merasa familiar dengan puisi, maka ajaklah anak-anak untuk
membuat puisi mereka sendiri. Langkah awal yang bisa kita lakukan adalah dengan
memntukan tema puisi yang mereka sukai. Berikan mereka beberapa tema puisi
sebagai usulan saja. Setelah itu, biarkanlah anak-anak itu menentukan sendiri
tema yang mereka suka dan biarkan mereka menulis apa yang ingin mereka tulis.
Tema puisi bisa berasal
dari sekitar anak-anak. Seperti halnya makanan kesukaan, mainan kesukaan, teman
bermainnya, tempat wisata yang pernah dia kunjungi dan dia sukai dan lain
sebagainya. Langkah selanjutnya, arahkan anak-anak untuk membayangan atau
memikirkan hal-hal yang menarik yang mereka lakukan atau hal-hal yang pernah
mereka alaimi atau bahkan hal-hal yang mereka rasakan berkaitan dengan tema
yang mereka pilih.
4. Menggambar
tema puisi
Langkah selanjutnya
adalah mengajak anak-anak untuk menggambar. Kenapa kok menggambar lagi padahal
tadi sudah melakukannya? Jadi, sebelum anak-anak merangkai kata-kata yang akan
mereka buat untuk membuat puisi, ajaklah anak-anak untuk menggambarkan hal-hal
yang berkaitan dengan tema puisi pilihan mereka.
Mengekspresikan apa
yang anak-anak lakukan dalam bentuk gambar merupakan langkah sederhana yang
dapat kita lakukan untuk dapat memudahkan anak-anak dalam menunjukkan apa yang
sedang mereka pikirkan. Perhatikan apa saja yang sedang mereka gambar. Tanyakan
apa yang mereka gambar. Pastikan juga bila apa yang mereka gambar sesuai dengan
tema puisi yang mereka sukai.
Berikan mereka masukan
bila mereka sudah kehabisan ide untuk menggambar. Misalnya saja seperti sesuatu
hal yang pernah mereka lakukan yang berkesan bagi mereka dan berhubungan dengan
tema puisi mereka. Contoh lainnya, jika mereka memiih tema puisi tentang
persahabatan, maka mereka bisa menggambar teman bermain mereka, lokasi tempat
mereka bermain, atau permainan apa yang sedang mereka lakukan.
5. Menuliskan
puisi sesuai dengan gambar
Pada langkah ke 3 dan 4
adalah langkah untuk dapat memancing minat anak-anak agar dapat membuat puisi
mereka sendiri. Dengan kata lain, ajaklah anak-anak untuk membuat sesuatu yang
menarik, seperti halnya menggambar yang dicontohkan di atas. Setelah minat
anak-anak terpancing, baru melakukan langkah selanjutnya. Langkah terakhir
adalah menulis puisi mereka sendiri berdasarkan gambar yang telah mereka buat.
Mintalah anak-anak
untuk mengamati dan menceritakan gambar yang telah mereka buat dengan kalimat
yang sederhana. Kemudian, bantulah mereka untuk membuat kalimat dari cerita
mereka ke dalam bentuk puisi. Tidak masalah bila pada saat awal mereka membuat
puisi ini dengan menggunakan kalimat yang lugas. Tidak perlu adanya sajak-sajak
dalam puisi yang mereka buat. Biarkan mereka merangkai puisi dengan bebas. Kita
juga perlu mendampingi mereka dalam merangkai kata-kata. Bila ada anak-anak
yang merangkai kata seperti cerita yang panjang, biarkan saja dulu. Lihatlah
seberapa mampu mereka merangkai sebuah kalimat. Setelah selesai, baru kita
berikan perbaikan dan masukan agar menjadi puisi yang baik. Singkat dan padat
isi dengan kalimat yang menarik.
Melakukkan
kelima langkah di atas tidak dapat dilakukan hanya sekali saja, namun harus
dilakuan terus menerus agar anak-anak dapat lebih terasah. Bila anak-anak masih
menulis seperti rangkaian cerita panjang, biarkan saja dulu. Lihatlah seberapa
mampumereka merangkai kata dan kalimat. Setelah mereka selesai, berikan
perbaikan dan masukanagarmenjadi puisi yang lebih baik.
Anak-anak
perlu mendapatkan tema bebas dalam membuat puisi. Jangan terlalu mendekte
anak-anak dalam seluruh kegiatannya agar anak-anak dapat tumbuh brkembang
menjadi seorang yang mandiri di masa yang akan datang. Biarkan imajinasi anak
berkembang dengan optimal dan positif. Langkah menggambar sebelum membuat puisi
di atas digunakan untuk merealisasikan apa yang dipikirkan oleh anak-anak.
Tidak mudah memang membuat anak-anak langsung menuangkan pikiran mereka dalam
bentuk tulisan. Apalagi kata-kata indah seperti puisi.
Jika
mereka sudah mahir membuat puisi, langkah menggambar mungkin bisa dilewati.
Mereka bisa kita ajak untuk langsung mengamati lingkungan sekitar mereka.
Kemudian, langsung ajak untuk menulis puisi dengan sesuatu yang mereka anggap
menarik di sekitar mereka. Terus amati perkembangan anak-anak dalam melakukan
sesuatu hal. Berikan mereka pujian dengan segala yang mereka lakukan meskipun
hasilnya tidak sebagus yang kita harapkan. Jangan marahi mereka jika mereka
membuat sebuah kesalahan.
Sumber:
Comments
Post a Comment