HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-SELANDA BARU (NEW ZEALAND) DI BIDANG PENDIDIKAN
HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-SELANDA BARU (NEW
ZEALAND) DI BIDANG PENDIDIKAN
MAKALAH
Untuk
memenuhi tugas matakuliah
Indonesia
Dalam Dunia Internasional
Yang
dibina oleh Bu Yuliati
Oleh
Bagas
Gifari Eko Saputra
170731637558
UNIVERSITAS
NEGERI MALANG
FAKULTAS
ILMU SOSIAL
JURUSAN
SEJARAH
DESEMBER
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis aturkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, nikmat, taufik, serta
hidayahnya sehingga Makalah yang berjudul “Hubungan Bilateral
Indonesia-Selandia Baru (New Zealand) di Bidang Pendidikan” dapat terselesaikan
tepat pada waktunya.
Di dalam makalah ini mencoba untuk
membahas bagaimana hubungan Indonesia dengan Selandia Baru (New Zealand) di
bidang pendidikan. Makalah ini mencoba menyajikan bentuk kerjasama yang
dilakukan oleh Indonesia dan Selandia Baru (New Zealand) di bidang pendidikan.
Agar pembaca lebih memahami secara praktis bagaimana bentuk kerjasama Indonesia
dan Selandia Baru (New Zealand) di bidang pendidikan, maka penulis beri pula
contoh secara nyata pada bagian akhir bab ii dan lampiran.
Kepada semua pihak khususnya pada
dosen pembimbing penulis yang telah memberikan bimbingan kepada penulis,
penulis ucapkan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya.
Malang,
04 Desember 2018
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
...............................................................................................................
i
Daftar Isi
........................................................................................................................
ii
BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
..........................................................................................................
1
B. Rumusan
Masalah
....................................................................................................
2
BAB II: PEMBAHASAN
A. Sejarah
Hubungan Diplomatik Indonesia dengan Selandia Baru (New Zealand) .... 3
B. Bentuk
Kerjasama antara Indonesia dengan Selandia Baru (New Zealand) dalam Bidang
Pendidikan
................................................................................................... 5
BAB III: PENUTUP
Kesimpulan
......................................................................................................................
8
Lampiran
......................................................................................................................
10
Daftar Pustaka
.............................................................................................................
12
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Menurut
Frankel (1991: 47-48), gagasan politik internasional didasarkan pada
nilai-nilai dari masyarakat nasional, yaitu nilai-nilai yang dianggap sebagai
produk kebudayaannya dan sebagai ekspresi dari rasa perpaduan nilai-nilai yang
menerapkan bagi manusia apa mereka anggap benar atau adil. Sedangkan menurut
Jusuf (1989: 110), suatu definisi standar menyatakan bahwa politik luar negeri itu
adalah politik untuk mencapai tujuan nasional dengan menggunakan segala
kekuasaan dan kemampuan yang ada. Interaksi antara tujuan nasional dengan
sumber-sumber yang digunakan adalah subjek yang kekal dari ilmu kenegaraan.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan
bahwa kepentingan nasional suatu bangsa merupakan suatu tujuan utama dalam
politik internasional. Dalam hubungan internasional, kepentingan nasional
bangsa Indonesia menjadi prioritas utama. Salah satu tujuan dari kebijakan luar
negeri Indonesia adalah mengadakan hubungan persabatan dengan negara-negara
lain di seluruh dunia. Diantaranya adalah hubungan luar negeri antara Indonesia
dan Selandia baru (New Zealand).
New Zealand merupakan sebuah negara yang berjarak sekitar 7550 kilometer dari Indonesia. Namun menurut Dr. Trevon selaku Ambasador New Zealand menyatakan bahwa hubungan Indonesia terjalin sejak tahun 1958. Pada tahun 2018 ini, hubungan luar negeri antara Indonesia dan New Zealand akan genap menjadi 60 tahun. (http://www.umy.ac.id/60-tahun-hubungan-bilateral-indonesia-new-zealand-jarak-bukanlah-penghalang.html).
Hubungan Indonesia dengan Selandia Baru telah
terjalin sejak tahun 1958. Hal ini diwujudkan dengan dikirimnya delegasi
Indonesia ke Walington untuk melakukan penjajakan dengan pemerintah Selandia
Baru. Delegasi Indonesia pada waktu itudipimpin langsung oleh Alfian Yusuf Ilmi
selaku duta besar Indonesia untuk Australia yang kemudian merangkap menjadi
duta besar Indonesia untuk Selandia Baru. Dari penjajakan ini maka berdirilah
KBRI Selandia Baru di Wallington.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)
yang berkedudukan di Wallington adalah Perwakilan Diplomatik Republik Indonesia
yang memiliki tugas pokok melaksanakan hubungan diplomatik dan memperjuangkan
kepentingan nasional Negara Republik Indonesia, melindungi Warga Negara
Republik Indonesia, dan Badan Hukum Indonesia di wilayah Selandia baru
merangkap Samoa dan Kerajaan Tonga.
Pelaksanaan hubungan bilateral dengan
negara akreditasi tidak terlepas dari pedoman arah kebijakan luar negeri yang
ditetapkan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yaitu penguatan
Diplomasi Maritim dalam rangka menjaga kedaulatan Indonesia, penguatan
kepemimpinan Indonesia di ASEAN, peningkatan peran dan pengaruh Indonesia
sebagai negara middle power di dunia
internasional, penguatan diplomasi ekonomi, peningkatan pelayanan dan
perlindungan WNI dan BHI di luar negeri serta pemberdayaan diaspora,
peningkatan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan, peningkatan
kapasitas organisasi, tatakelola yang akuntabel, serta kopetensi SDM.
Hubungan bilateral Indonesian dengan
Selandia Baru, Samoa dan Kerajaan Tonga terus berkembang ditandai antara lain
dengan meningkatnya total nilai perdagangan, nilai investasi dan jumlah
kunjungan wisatawan ke Indonesia dari negara akreditasi. Demikian pula dalam
hal hubungan politik, negara akreditasi terus memberikan dukungannya atas
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta dukungan kepada kepentingan
Republik Indonesia di berbagai forum internasional. Hubungan erat juga
ditunjukan dengan berbagai kerjasama di bidang sosial budaya termasuk
pendidikan, people to people contact.
(KBRI Wallington, 2015: 01).
B.
Rumusan
Masalah
Bertolak belakang dari apa yang akan
dibahas di makalah ini, maka masalah yang akan dibahas dalam makalah antara
lain sebagai berikut.
1. Bagaimana
sejarah hubungan diplomatik Indonesia dengan Selandia Baru (New Zealand)?
2. Bagaimana
bentuk kerjasama antara Indonesia dengan Selandia Baru (New Zealand) dalam
bidang pendidikan?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah
Hubungan Diplomatik Indonesia dengan Selandia Baru (New Zealand)
Sejalah hubungan diplomatik Indonesia
dengan Selandia Baru telah terjalin sejak tahun 1958. Hal ini diwujudkan dengan
dikirimnya delegasi Indonesia ke Walington untuk melakukan penjajakan dengan
pemerintah Selandia Baru. Delegasi Indonesia pada waktu itu dipimpin langsung
oleh Alfian Yusuf Ilmi selaku duta besar Indonesia untuk Australia yang
kemudian merangkap menjadi duta besar Indonesia untuk Selandia Baru. Dari
penjajakan ini maka berdirilah KBRI Selandia Baru di Wallington.
Selaku dua negara demokrasi, Indonesia
dengan Selandia Baru memiliki dasar hubungan yang kokoh. Hubungan bilateral
kedua negara diawali dengan kerjasama di bidang pendidikan pada akhir tahun
1950-an, yaitu dengan dilaksanakannya pendidikan bahasa Inggris bagi guru-guru
bahasa Inggris di bawah kerangka Colombo
Plan. Selandia baru turut mengirimkan bantuan dana, barang dan personil
militer untuk penanganan bencana tsunami di Aceh dan Sumatra Utara, serta turut
berpartisipasi pula dalam KTT Penanggulangan Tsunami bulan Januari 2005 di
Jakarta.
Pertemuan tingkat kepala negara antara
negara Indonesia dengan Selandia Baru terlaksana dengan baik. Perdana Menteri
Selandia Baru, John Key, melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 15-17
April 2012. Presiden Jokowi dan Perdana Menteri John Key juga melakukan
pertemuan di sela-sela East Asia Summit,
13 November 2014, Myanmar. Kedua pemimpin menyepakati untuk meningkatkan
kerjasama di berbagai bidang antara lain energi terpebarukan, pertanian,
pendidikan, kerjasama regional dan global, termasuk memperkuat kerjasama atasi
terorisme dan transnational organized
crimes. Forum utama pelaksanaan hubungan bilateral Indonesia dengan
Selandia Baru dilaksanakan melalui mekanisme Pertemuan Komisi Bersama Republik
Indonesia-Selandia Baru Tingkat Menteri (Joint
Ministerial Commission/JMC) yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri kedua
negara. Pertemua JMC ke-7 telah dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2015 di
Auckland, Selandia Baru. Selain itu terdapat pula forum bilateral Joint Working Group (JWG) on Education
Cooperation dan Working Group on
Agricultural Cooperation.
Kesepakatan kerjasama yang telah dicapai
antara lain MoU on Agricultural
Cooperation, MoU on Labor Cooperation,
MoU on Environmental Cooperation, Arrengement on Gheotermal Cooperation, Arrengement Regarding Food Safety
Cooperation, Arrengement on
Educational Cooperation, Indonesia
Strategic Framework For Development 2012-2016, Arrengement in Combating and Preventing Transnational Crimes. Pasca
penandatanganan Arrengement on
Educational Cooperation.
Indonesia juga telah meratifikasi ASEAN Australia New Zealand Free Trade
Arrangement (AANFTA) yang diharapkan dapat mendorong peningkatan ekspor
peningkatan akses pasar produk Indonesia ke Selandia Baru. Dalam rangka
peningkatan hubungan ekonomi, KBRI Wallington berupaya peningkatkan ekspor,
investasi, jumlah kunjungan wisatawan, dan peluang tenaga kerja Indonesia di
Selandia Baru melalui berbagai kegiatan antara lain melalui promosi TTI,
penjajakan kepada pemangku kepentingan di Selandia Baru, diseminasi informasi
peluang kerjasama TTI.
Dalam lima tahun ke depan, diproyeksikan
hubungan dan kerjasama bilateral ini akan semakin mendalam. Selandia Baru
sebagai bagian dari ASEAN Australia New
Zealand Free Trade Area (AANZ-FTA) juga akan menjadiakan negara ini
memiliki aproach ekonomi dan perdagangan lebih mendalam ke wilayah Asia
ketimbang yang selama ini dengan Inggris. Dalam beberapa tahun belakangan,
Selandia Baru mulai memindahkan fokus sasaran kebijakan perdagangan luar negeri
mereka dari Eropa/Inggris ke Asia khususnya RRT, Korea Selatan, dan ASEAN. Hal
ini diwujutkan melalui peluncuran strategi ASEAN-NZ Inc. pada Juli 2013. Secara
khusus terhadap Indonesia, Selandia Baru menetapkan Indonesia sebagai prioritas
kebijakan luar negeri dan sebagai mitra penting di kawasan Asia Pasifik
Terbentuknya ASEAN Community pada akhir
Desember 2015 diperkirakan akan memberikan warna pada kegiatan-kegiatan yang
akan dilaksanakan oleh Perwakilan di Negara akreditasi di masa depan.
Kebersamaan sebagai sesama Negara anggota ASEAN akan mendorong diluncurkannya
sebagai bentuk kegiatan dan kerjasama yang dilaksanakan bersama atas nama
ASEAN. Hal ini diperkirakan akan membawa konsekuensi pada perlunya penambahan
anggaran perwakilan (KBRI Wallington, 2015: 01-03).
B.
Bentuk
Kerjasama antara Indonesia dengan Selandia Baru (New Zealand) dalam Bidang
Pendidikan
Selain melakukan kerjasama di bidang
politik, ekonomi dan lain-lain, Indonesia dan Selandia Baru (New Zealand) juga
melakukan kerjasama di bidang pendidikan. Dalam hal pendidikan, Indonesia dan
Selandia Baru (New Zealand) telah melakukan kesepakatan bersama melalui KBRI
Wallington. Kesepakatan-kesepakatan tersebut semata-mata untuk mewujudkan
tujuan meningkatkan mutu pendidikan kedua negara. Minimal akan terjadi tranfer
pendidikan khususnya bagi Indonesia sebagai negara berkembang.
Ali (2009: 07) menyatakan bahwa diantara
yang dihadapi dalam pembangunan nasional adalah masih rendahnya kualitas sumber
daya manusia Indonesia yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang
mengakibatkan rendahnya produktifitas dan daya saing perekonomian nasional.
Diantara indikator IPM berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan. Oleh sebab
itu, untuk mensejahterakan kehidupan bangsa Indonesia, maka diperlukan
peningkatan baik itu sistem ataupun mutu pendidikan di Inonesia sehingga mampu
bersaing di era globalisasi seperti pada saat ini.
KBRI Wallington sebagai Kementerian Luar
negeri (Kemenlu) Indonesia dengan Selandia Baru (New Zealand) telah
mengupayakan beerbagai cara untuk dapat meningkatkan mutu dan sistem pendidikan
Indonesia dengan cara bekerjasama terhadap pihak Selandia Baru (New Zealand).
Arah kebijakan yang diterapkan oleh KBRI
Wallington untuk meningkatkan mutu dan sistem pendidikan adalah Peningkatan
peran dan pengaruh Indonesia sebagai negara middle
power di dunia Internasional (KBRI Wallingtong, 2015: 12).
Dari arah kebijakan ini kemudian
berkembang strategi-setrategi untuk dapat tercapainya arah kebijakan. Menurut
dokumen KBRI Wallingtong (2015: 12), salah satu strategi yang terkait dengan
bidang pendidikan untuk terlaksananya arah kebijakan ini adalah menggunakan
diplomasi publik yang berkarakter soft
power Indonesia melalui kerjasama kebudayaan, pemberian beasiswa, people to people contact, dan jejaring
diaspora Indonesia.
Setelah disepakati apa saja strategi
yang dilakukan oleh anggota KBRI Walington, maka KBRI Wallington mengirim
seorang perwakilan untuk berunding dengan pihak Selandia baru (New Zealand)
yang juga diwakilkan oleh seorang diplomatik. Seorang perwakilan dari KBRI
Wallington ini memiliki strategi-strategi tersendiri agar strategi-strategi yang
dibentuk anggota KBRI Wallington ini dapat diterima dan atau disepakati oleh
pihak perwakilan diplomatik Selandia Baru (New Zealamd). Menurut dokumen KBRI
Wallington (2015: 12), ada tiga strategi terkait bidang pendidikan antara lain,
1) meningkatkan kerjasama pendidikan dengan negara akreditasi antara lain
melalui exchange of visit para dosen,
mahasiswa/pelajar, 2) mengupayakan meningkatnya implementasi perjanjian
kerjasama pendidikan lembaga pendidikan dengan negara akreditasi, dan 3)
mendorong pelajar/mahasiswa Indonesia di tanah air untuk melanjutkan studi di
Selandia Baru.
Setelah strategi yang diajukan oleh
perwakilan dari KBRI Wallington disepakati oleh perwakilan diplomatik dari
Selandia Baru (New Zealand) dengan berbagai syarat, maka tinggal melaksanakan
bentuk kerjasama sebagai perwujudan dari strategi yang telah disepakati.
Contoh bentuk kerjasama sebagai
mewujudkan strategi pertama, yaitu meningkatkan kerjasama pendidikan dengan
negara akreditasi antara lain melalui exchange
of visit para dosen, mahasiswa/pelajar adalah kerjasama antara Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan pihak dari Selandia Baru (New Zealand).
Eko Priyo Purnomo., M.Sc., M.Res., Ph.D selaku Kepala Lembaga Kerjasama
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengungkapkan bahwa Public Lecture
ini merupakan kesempatan bagi UMY karena yang menjadi narasumber adalah Duta
Besar New Zealand. Karena itu, UMY juga berencana untuk mengajukan kerjasama
dengan New Zealand. Menurut Eko Priyo Purnomo, ada beberapa penawaran kerjasama
yang diajukan yakni pertukaran staf dan mahasiswa, riset bersama, menghadirkan
dosen tamu dari New Zealand, program beasiswa dan pengembangan kerjasama
lainnya (http://www.umy.ac.id/60-tahun-hubungan-bilateral-indonesia-new-zealand-jarak-bukanlah-penghalang.html).
Contoh bentuk kerjasama untuk mewujudkan
strategi yang kedua, yaitu mengupayakan meningkatnya implementasi perjanjian
kerjasama pendidikan lembaga pendidikan dengan negara akreditasi adalah pasca
penandatanganan Arrengement on Education
Cooperation pada Juni 2011, kerjasama kedua negara di bidang pendidikan
meningkat khususnya terjadinya berbagai penandatanganan kerjasama pendidikan
antar lembaga pendidikan tinggi kedua negara. Berbagai kerjasama telah
terjalin, baik antara G to G, B to B, maupun Public Private Partnership (PPP) (KBRI Wallington, 2015: 01).
Contoh bentuk kerjasama untuk mewujudkan strategi yang ketiga, yaitu mendorong pelajar/mahasiswa Indonesia di tanah air untuk melanjutkan studi di Selandia Baru adalah adanya beasiswa untuk pelajar/mahasiswa untuk menimba ilmu di Selandia Baru (New Zealand). Dr. Trevor mengatakan bahwa New Zealand telah menyediakan sekitar 60 beasiswa untuk mahasiswa Indonesia yang terdiri dari LPDP dan program lainnya. Menurut Dr. Trevor, memang ada prioritas untuk Indonesia bagian timur, tapi jumlah 60 tersebut diperuntukkan bagi seluruh wilayah Indonesia. Memang persaingan yang terjadi cukup ketat karena jumlah pendaftar yang cukup banyak, namun jumlah tersebut telah dari tahun-tahun sebelumnya (http://www.umy.ac.id/60-tahun-hubungan-bilateral-indonesia-new-zealand-jarak-bukanlah-penghalang.html).
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Sudah 60 tahun berlalu, hubungan
bilateral Indonesia dengan Selandia Baru (New Zealand) masih bisa dibilang
baik. Sejalah hubungan diplomatik Indonesia dengan Selandia Baru telah terjalin
sejak tahun 1958. Hal ini diwujudkan dengan dikirimnya delegasi Indonesia ke
Walington untuk melakukan penjajakan dengan pemerintah Selandia Baru. Delegasi
Indonesia pada waktu itu dipimpin langsung oleh Alfian Yusuf Ilmi selaku duta
besar Indonesia untuk Australia yang kemudian merangkap menjadi duta besar
Indonesia untuk Selandia Baru. Dari penjajakan ini maka berdirilah KBRI
Selandia Baru di Wallington.
Hubungan bilateral kedua negara diawali
dengan kerjasama di bidang pendidikan pada akhir tahun 1950-an, yaitu dengan
dilaksanakannya pendidikan bahasa Inggris bagi guru-guru bahasa Inggris di
bawah kerangka Colombo Plan. Selandia
baru turut mengirimkan bantuan dana, barang dan personil militer untuk
penanganan bencana tsunami di Aceh dan Sumatra Utara, serta turut
berpartisipasi pula dalam KTT Penanggulangan Tsunami bulan Januari 2005 di
Jakarta.
Selain melakukan kerjasama di bidang
politik, ekonomi dan lain-lain, Indonesia dan Selandia Baru (New Zealand) juga
melakukan kerjasama di bidang pendidikan. Dalam hal pendidikan, Indonesia dan
Selandia Baru (New Zealand) telah melakukan kesepakatan bersama melalui KBRI
Wallington. Kesepakatan-kesepakatan tersebut semata-mata untuk mewujudkan
tujuan meningkatkan mutu pendidikan kedua negara. Minimal akan terjadi tranfer
pendidikan khususnya bagi Indonesia sebagai negara berkembang. Oleh sebab itu,
untuk mensejahterakan kehidupan bangsa Indonesia, maka diperlukan peningkatan
baik itu sistem ataupun mutu pendidikan di Inonesia sehingga mampu bersaing di
era globalisasi seperti pada saat ini.
Dalam hal ini, KBRI Wallington sebagai
Kementerian Luar negeri (Kemenlu) Indonesia dengan Selandia Baru (New Zealand)
telah mengupayakan beerbagai cara untuk dapat meningkatkan mutu dan sistem
pendidikan Indonesia dengan cara bekerjasama terhadap pihak Selandia Baru (New
Zealand).
LAMPIRAN
DAFTAR RUJUKAN
Ali, Muhammad.2009.Pendidikan untuk Pembangunan Nasional.Bandung:
PT. Imperial Bhakti Utama.
Anonim.2015.Rencana Strategis KBRI
Wallington 2015-2019. (Online), dari http://www.kemlu.go.id/wellington/Documents/Renstra%202015%20-%202019%20KBRI%20Wellington.pdf.
Diakses pada 24 November 2018.
Frankel, Joseph.1991.Hubungan Internasional.Jakarta: Bumi
Aksara
Jawa Pos.2018.New Zealand Berikan Bantuan program Pemimpin Muda Indonesia Timur. (Koran Online), dari https://www.jawapos.com/internasional/20/03/2018/new-zealand-berikan-bantuan-program-pemimpin-muda-indonesia-timur. Diakses pada 14 November 2018.
Jusuf, Sufri.1989.Hubungan Internasional dan Politik Luar
Negeri: Sebuah Analisis Teoritis dan Uraian tentang Pelaksanaannya.Jakarta:
Pustaka Sinar Harapan.
Zaki & Sumadi.2017.60 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-New
Zealand: Jarak Bukanlah Penghalang. (Online), dari http://www.umy.ac.id/60-tahun-hubungan-bilateral-indonesia-new-zealand-jarak-bukanlah-penghalang.html.
Diakses pada 01 Desember 2018.
Comments
Post a Comment