MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA DAN ICT (TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI) DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA DAN ICT
(TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI) DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
MAKALAH
Untuk
memenuhi tugas matakuliah
Media
dan Sumber Belajar Sejarah
Yang
dibina oleh Bu Ulfatun Nafi’ah
Oleh
1. Bagas
Gifari Eko Saputra (170731637558)
2. Derryo
Idham Abraham (170731637650)
3. Lailatul
Rahma Safitri (170731637585)
4. Muhammad
Ilham Nur Fahmi (170731637628)
5. Nabilatus
Saidah (170731637592)
6. Shania Mauludiya Iswanda (170731637503)
PRODI
S1 PENDIDIKAN SEJARAH
JURUSAN
SEJARAH
FAKULTAS
ILMU SOSIAL
UNIVERSITASNEGERI
MALANG
OKTOBER 2018
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis
aturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan petunjuk, bimbingan,
dan kekuatan lahir dan batin sehingga makalah yang berjudul “Media Pembelajaran
Berbasis Multimedia Dan ICT (Teknologi Informasi Komunikasi) Dalam Pembelajaran
Sejarah” dapat selesai tepat pada waktunya.
Usaha dalam penyelesaian makalah ini
tidak lepas dari rintangan dan hambatan. Akan tetapi, penulisan makalah ini
dapat terselesaikan walaupun masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis
ingin berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penyusunan makalah
ini sehingga dapat menjadi kenyataan.
Penulis sadari bahwa dalam makalah
ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat
diperlukan agar dapat memperbaiki makalah ini di masa yang akan datang. Besar
harapan penulis agar makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri
dan orang lain.
Malang, 31 Oktober 2018
Penulis
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar ........................................................................................................
i
Daftar
isi
.................................................................................................................
ii
BAB
I: PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
..............................................................................................
1
1.2
Rumusan Masalah
.........................................................................................
1
BAB
II: PEMBAHASAN
2.1
Konsep Dasar Multimedia Pembelajaran
.................................................... 3
2.2
Konsep Dasar ICT
(Teknologi Informasi Komunikasi) ............................... 5
2.3
Multimedia Pembelajaran
Sejarah ................................................................ 6
2.4
ICT Pembelajaran
Sejarah ............................................................................
7
2.5
Kelebihan dan
Kekurangan Media Pembelajaran berbasis ICT/Multimedia 9
BAB
III: PENUTUP
3.1
Kesimpulan
................................................................................................. .12
DAFTAR
RUJUKAN
............................................................................................ 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Pada
masa ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat pesat.
Teknologi informasi dan komunikasi digunakan untuk kehidupan sehari-hari
manusia. Terlebih lagi generasi masa kini yang tidak dapat dipisahkan dari
jalannya teknologi informasi dan
komunikasi. Generasi yang digadang-gadang millennial ini memiliki banyak
kelebihan dalam mengakses informasi yang dibutuhkannya. Baik informasi penambah
wawasan edukasi, olahraga, hobi, maupun yang lainnya. Informasi yang berkembang
pesat ini, juga didukung dengan perkembangan teknologi yang pesat pula.
Teknologi dan informasi ini juga digunakan dalam ranah pendidikan. Kegiatan
pembelajaran kelas pada masa kini juga didukung oleh teknologi dan informasi
yang mudah dijangkau. Hanya dengan menggunakan teknologi smart phone saja, baik siswa maupun guru dapat mendapatkan
informasi yang dapat mendukung suatu materi pembelajaran.
Pesatnya
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, juga mendukung berkembangnya
multimedia. Multimedia yang dapat digunakan manusia untuk mendukung
kehidupannya juga beragam karena beragamnya teknologi dan informasi pula.
Multimedia juga dapat digunakan untuk sarana pembelajaran. Pembelajaran
menggunakan multimedia akan menambah minat siswa dalam belajar. Multimedia
mendukung penyampaian materi yang dilakukan oleh guru, sehingga yang
disampaikan tidak monoton dan selalu pakem. Jika teknologi dan informasi maju,
maka akan menunjang perkembangan multimedia
.
1.2
Rumusan
Masalah
a. Bagaimana
konsep dasar multimedia dan ict (teknologi informasi kominikasi)?
b. Bagaimana
multimedia dan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran sejarah?
c. Bagaimana kelebihan dan kekurangan multimedia dan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran sejarah?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Dasar Multimedia
Pembelajaran
Berikut
dibawah ini akan dipaparkan materi mengenai konsep dasar multimedia dan
teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.
a.
Pengertian
Media Pembelajaran
Multimedia
berasal dari kata multi dan media. Multi berasal dari bahasa Latin, yaitu nouns
yang berarti banyak atau bermacammacam. Sedangkan kata media berasal dari
bahasa Latin, yaitu medium yang berarti perantara atau sesuatu yang dipakai
untuk menghantarkan, menyampaikan, atau membawa sesuatu (Munir,2012).Menurut
Hackbarth dalam Jatmiko menyebutkan bahwa multimedia diartikan sebagai suatu
penggunaan beberapa media untuk menyampaikan informasi, termasuk didalamnya
teks, grafik, movie, video, dan informasi audio. Pramono (2008) juga
mengungkapkan bahwa Multimedia sebenarnya adalah suatu istilah generik bagi
suatu media yang menggabungkan berbagai macam media baik untuk tujuan
pembelajaran maupun bukan. Keragaman media ini meliputi teks, audio, animasi,
video, bahkan simulasi. Multimedia merupakan gabungan dari beberapa media yang
dijadikan satu yang berisi pesan.
Sedangkan
multimedia pembelajaran adalah paket multimedia interaktif di mana di dalamnya
terdapat langkah-langkah instruksional yang didisain untuk melibatkan pengguna
secara aktif di dalam proses pembelajaran. Multi media pembelajaran berisi
media pembelajaran. Media pembelajaran melibatkan pengguna dalam
aktivitas-aktivitas yang menuntut proses mental di dalam pembelajaran. Dari
perspektif ini aktivitas mental spesifik yang dibutuhkan di dalam terjadinya
pembelajaran dapat dibangkitkan melalui manipulasi peristiwa-peristiwa
instruksional (instructional events) yang sistematis (Pramono,2008).
b.
Peran
Multimedia Pembelajaran
Dalam
kegiatan belajar, penyampaian bahan ajar secara interaktif sangat diperlukan.
Multimedia dapat mempermudah pembelajaran karena didukung oleh berbagai aspek
seperti suara/audio, video, animasi, teks, dan grafik. Pendidikan sangat
membutuhkan teknologi multimedia. Siswa dapat langsung melihat dan mendengar
tentang hal-hal yang dipelajarinya. Perhatian siswa akan lebih terpusat dan
rasa ingin tahunya akan lebih tinggi untuk mempelajari hal-hal lain karena
merasa tertarik akan media penyajiannya (Munir,2012).
Dalam
proses pembelajaran, biasanya menggunakan alat alat yang konvensional. Proses
belajar mengajarnya biasanya hanya menggunakan buku, papan, diktat, dan lain
sebagainya. Penggunaan cara nonvensional ini belum tentu dapat memenuhi
kebutuhan siswa dalam mengeksplor materi secara keseluruhan. Untuk meningkatkan
hasil pembelajaran, maka dapat disiasati ddengan penggunaan multimedia dalam pembelajaran.
Karena tercapainya tujuan pembelajaran siswa tergantung dengan siswanya
sendiri. apalagi generasi millennial atau masa kini yang membuituhkan media
yang interaktif, komunikatif dan efisien. Multimedia bisa dapat berupa film,
game, dan lain lain yang ditentukan penggunaannya dengan materi yang akan
disampaikan.
c.
Komponen
Multimedia Pembelajaran
Multimedia
adalah penggunaan berbagai jenis media (teks, suara, grafik, animasi dan video)
untuk menyampaikan informasi, kemudian ditambahkan elemen atau komponen
interaktif (Munir,2012:20). (1) Penggunaan teks dimaksudkan untuk memperjelas
maksud dari materi pembelajaran agar mudah dipahami oleh siswa. Teks dapat
membentuk kata atau narasi dalam multimedia yang menyajikan bahasa. (2)
penggunaan grafik maupun gambar, bertujuan untuk memvisualisasikan sesuatu agar
mudah dimengerti siswa. Gambar akan membantu siswa dalam memperdalam materi
yang di ajarkan. Sebagian besar siswa dalam belajar berorientasi pada gambar
yang bentuknya visual.
Penggunaan
video dan animasi juga merupakan salah satu multimedia yang menarik untuk
menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Video menggambarkan situasi
yang seolah olah langsung. Maka siswa akan terbawa dan memahami konteks yang
dibahas. Animasi membuat gambar solah olah gambar yang diam menjadi bergerak.
Animasi gigunakan untuk menjelaskan dan mensimulasikan sesuatu yang sulit
dilakukan dengan video (Munir,2012:22).
2.2
Konsep Dasar ICT (Teknologi
Informasi Komunikasi)
Menurut
Rusman dalam Suryani (2015), ICT adalah komponen sumber belajar yang mengandung
materi instruksional di lingkungan siswa yang berbentuk teknologi informasi dan
komunikasi. Dengan kata lain, media ini adalah sarana penyebaran informasi yang
berupa perangkat keras, perangkat lunak, sistem jaringan dan infrasturktur
komputer maupun telekomunikasi agar data dapat disbar dan di akses secara
global.
a. Jenis-Jenis
ICT
1. Teknologi
komputer, baik hardware maupun software. Termasuk pula prosessor, media
penyimpan data (flashdisk dsb), alat perekam (CD Writer dsb), printer,
proyektor LCD, speaker dsb.
2. Teknologi
Multimedia, contohnya kamera digital, kamera video, player suara, player video
dan lain sebagainya.
3. Teknologi
telekomunikasi, contohnya telepon seluler dan faximile.
4. Teknologi
Jaringan komputer, contohnya perangkat keras seperti LAN, internet, wifi. Juga
termasuk perangkat lunak seperti WEB, e-mail, html, java dsb.
b. Fungsi-Fungsi
ICT
Menurut
Elang dalam Suryani (2015), fungsi dari ICT adalah
1. Meningkatkan
kualitas pembelajaran
2. Memperluas
akses terhadap pendidikan dan pembelajaran
3. Mengurangi
biaya pendidikan
4. Menjawab
keharusan berpartisipasi dalam ICT
5. Mengembangkan
keterampilan ICT yang diperlukan siswa ketika bekerja dan dalam kehidupannya
nanti.
c. Strategi Pemanfaatan
ICT
1. ICT
sebagai alat bantu atau media pembelajaran
2. ICT
sebagai sumber belajar
3. ICT
sebagai sarana/tempat belajar
4. ICT
sebagai sarana peningkatan profesionalisme
5. Pengembangan
media pembelajaran berbasis ICT
Tahapan dalam mengolah dan menyajikan
materi pembelajaran ke dalam media berbasis ICT adalah sebagai berikut:
1. Mengumpulkan
sumber-sumber yang memuat topik pembahasan.
2. Membuat
rancangan struktur isi media dan urutan penyajian materi serta bentuk interaksi
sesuai dengan alur pembelajaran yang diharapkan.
3. Memilih
materi-materi yang sesuai dari sumber-sumber yang sudah terkumpul dan sajikan
isi setiap topik secara singkat dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif,
dilengkapi dengan ilustrasi atau visualisasi dalam bentuk gambar, grafik,
diagram, foto, animasi, atau audio-video.
2.3
Multimedia Pembelajaran Sejarah
Pelajaran sejarah telah diberikan sebagai mata
pelajaran wajib sejak sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Namun pada
kenyataannya, dalam proses pembelajaran sejarah, hanya terpaut pada buku teks
dan ditambah juga dengan metode pembelajaran yang kaku. Siswa hanya menghapal
untuk sementara bukan untuk jangka panjang. Hal ini dapat menjadi penyebab awal
dari generasi yang melupakan sejarah bangsanya sendiri. Maka dari itu salah
satu solusi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pembelajaran sejarah yang
menyenangkan dan tidak kaku adalah dengan memanfaatkan teknologi. Hal ini juga
didukung dengan semakin banyaknya masyarakat yang telah memiliki dan
menggunakan perangkat bergerak (mobile device). Pada aplikasi multimedia ini
bisa diselipkan informasi-informasi sejarah.
Multimedia dapat digunakan sebagai pembelajaran
interaktif karena siswa lebih bisa memahami penjelasan jika disampaikan dengan
kata-kata dan gambar-gambar daripada jika disajikan hanya dalam kata-kata.
Proses multimedia learning bisa dipandang sebagai akuisisi informasi
pesan-pesan multimedia adalah kendaraan pengirim informasi, atau sebagai
instruksi pengetahuan pesan-pesan multimedia adalah alat bantu untuk
menciptakan penalaran. Menurut (Nandi, 2006) Pada dasarnya salah satu tujuan
pembelajaran dengan multimedia interaktif adalah sedapat mungkin menggantikan
dan atau melengkapi serta mendukung unsur-unsur: tujuan, materi, metode, dan
alat penilaian yang ada dalam proses belajar mengajar dalam sistem pendidikan
konvensional yang biasa kita lakukan. Multimedia pembelajaran sejarah
Lembaga pendidikan merupakan salah satu institusi
yang membuuhkan produk multimedia interaktif. Dengan keunggulan yang dimiliki
multimedia mejadikan multimedia interaktif mejadi salah satu solusi dalam
mengatasi keterbatasan belajar.
Kendala siswa
dalam memahami benda abstrak, benda yang terlalau kecil atau besar,
pengamatan terhadap obyek yang berbahaya dapat disajikan dengan mengesankan
lewat multimedia pembelajaran. Model inetraktif yang diciptakan dikolaborasi
dengan berkonsep edutainment menjadikan multimedia dimasa mendatang memelopori
perubahan yang radikal dalam pengajaran.
Perubahan yang radikal yang dimaksud adalah ketika anak didik keluar dari
pakem-pekem pengajaran yang otoriter, kaku, kerjakan ini, kerjakan itu dan
sebagainya (Oka, 2017).
Dalam pembelajaran sejarah multimedia dapat dikemas ke dalam
berbagai bentuk
misalkan game berbasis sejarah, bisa
dikemas juga dalam bentuk animasi bergambar ataupun film pendek. Dengan bantuan
desain grafis pada computer digabungka dengan kreatifitas dan kebutuhan
pengajaran yang diperlukan.
2.4
ICT Pembelajaran Sejarah
Semua siswa
dituntut untuk menguasai mata pelajaran TIK demi mengikuti perkembangan
teknologi untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia khususnya di bidang
teknologi. Bahkan di berbagai lembaga pendidikan saat ini pasti akan
memprioritaskan dan menambah pelajaran TIK dalam jadwal pelajarannya serta
memperbanyak media-media yang membantu pengembangan pembelajaran. Perkembangan
yang sangat cepat membuat elemen dari lembaga pendidikan dituntut harus mampu
menguasainya dan untuk tenaga pendidik pula.
Dalam pembelajaran
terdapat model-model sebagai pendukung proses belajar mengajar. Maka dari itu
dengan adanya TIK bisa memperkuat model pembelajaran yang berpusat pada
pelajar. Wrigley berpendapat bahwa ketika era informasi datang peran / fungsi
dari tenaga pendidik akan berkurang seiring dengan pesatnya penggunaan komputer
berbasis jaringan sebagai sumber ilmu pengetahuan. Sehingga bisa disimpulkan
dengan adanya TIK bisa member kemudahan bahkan jawaban terhadap berbagai
masalah khususnya dalam bidang pendidikan, misalnya bisa memperbaiki media
pembelajaran yang sudah ada sekarang. Tetapi menurut Negara – Negara dengan
kemampuan teknologi yang berkembang pesat pun menyatakan bahwa penggunaan IT
dalam pendidikan belum bisa merata.
Untuk mengaplikasikan fungsi teknologi menggunakan beberapa asas seperti
: asas praktis, efektif dan efisien menjadi acuan acuan utama. Artinya kalau
kehadirannya menciptakan kesulitan, menambah beban materi, dan waktu maka
kehadiran TIK dinyatakan tidak memiliki fungsi. Tetapi hal ini tidak akan
terjadi di era informasi ini, karena TIK memegang kendali suatu inovasi dalam
segala bidang. Di mana perangkat komunikasi nirkabel sudah merambah sampai ke
pelosok pedesaan. Kehadiran teknologi ini harus digunakan sebaik-baiknya dengan
pengelolaan yang tepat. TIK yang sudah menyatu kehadirannya dengan masyarakat
menjadi sesuatu yang harus di nilai baik. Maka tugas tenaga pendidik untuk
memanfaatkan kehadiran TIK ini menjadi sesuatu yang positif dan berdaya guna
bahkan menjadi bernilai ekonomis. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di
Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan penyiaran pendidikan
melalui radio dan televisi merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke
satuan – satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara.terdapat
kelemahan penyampaian melalui radio atau televise yaitu tidak adanya feedback
dengan seketika. Penyampaian hanya bersifat searah yaitu hanya melalui
narasumber saja.
Begitu juga dalam
pembelajaran sejarah. Pengetahuan tentang TIK sangat penting agar dapat melek
teknologi informasi komunikasi. Sehingga pembelajaran sejarah tidak lagi
menjadi pelajaran yang membosankan. Hal ini dikarenakan banyaknya model-model
yang dapat dikembangkan melalui TIK ini.
2.5
Kelebihan
dan Kekurangan Media Pembelajaran berbasis ICT/Multimedia
Sebelum kita membicarakan kelebihan dan kekurangan
media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia, alangkah baiknya jika memahami dulu
apa yang dimaksud media pembelajaran itu sendiri. Banyak sekali pengertian dari
media pembelajaran, media dalam pembelajaran sendiri memiliki pengertian
sendiri. Media dalam pembelajaran adalah alat yang menyampaikan atau
mengantarkan pesan-pesan pengajaran (Azhar Arsyad, 2010). Jadi media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat mengantarkan pesan dari pengirim
ke penerima. Media belajar berbasis ICT adalah, sarana penyebaran informasi
yang berupa perangkat keras, perangkat lunak, sistem jaringan dan infrastruktur
komputer maupun telekomunikasi agar data dapat disebar dan di akses secara
global (Rusman, 2012). Selain ICT Multimedia juga memiliki pengertian yaitu
komputer yang dilengkapi dengan CD palyer, sound card, speaker dengan kemampuan
memproses gambar gerak, audio, dan grafis dalam resolusi yang tinggi (Sutopo,
2012). Lalu apa kekurangan dan kelebihan media pembelajaran berbasis
ICT/Multimedia? Khususnya dalam pembelajaran sejarah?
a. Kelebihan media pembelajaran
berbasis ICT/Multimedia dalam pembelajaran sejarah
1. Menghadirkan
jiwa jaman, guru bisa memanfaatkan teknologi yang sudah ada untuk menciptakan
suasana sejaman.
2. Menciptakan
suasana belajar yang lebih menarik dan tidak membuat siswanya merasa bosan
3. Pembelajaran
sejarah menjadi lebih interaktif
4. Guru
bisa menghadirkan objek sejarah kedalam kelas walaupun letaknya jauh.
5. Bisa
memfasilitasi gaya belajar siswa mulai dari visual, audio, dan audio visual
b.
Kekurangan
media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia dalam pembelajaran sejarah
1. Tidak
semua sekolah menyediakan pembelajaran berbasis ICT/Multimedia khususnya
didaerah pedalaman
2. Tidak
sedikit siswa yang “gaptek” hal ini membuat siswa tersebut akan merasa
kesulitan jika guru memberikan tugas lewat aplikasi belajar
3. Mengurangi
tatap muka antara guru dan murid karena pembelajaran bisa dilakukan secara
online tanpa perlu bertemu. Hal ini akan membuat persoalaan baru karena dalam
pembelajaran sejarah itu salah satu
cara
yang paling efektif dalam menerangkan suatu materi adalah dengan cara ceramah
dan ceramah ini akan terasa lebih baik lagi jika bisa bertatap muka langsung.
c.
Contoh
konkret media pembelajaran berbasis ICT/Multimedia
·
Edmodo
Edmodo
merupakan platform pembelajara sosial untuk guru/dosen, siswa/mahasiswa maupun
untuk orang tua/wali yang dikembangkan pada akhir 2008 Nic Borg dan Jeff
O’Hara. Edmodo adalah platform belajar yang hampir mirip seperti Facebook.
Gambar 1 Tampilan
isi dari Edmodo
a. Kelebihan Edmodo
1. Dengan
mengadaptasi tampilan seperti Facebook edmodo mudah digunakan
2. Edmodo
mendukung preview berbagai jenis format file seperti: pdf, pptx, html, swf, dan
sebagainya.
3. Aplikasi
ini tidak hanya bisa diakses lewat PC tetapi juga bisa lewat smartphone.
b. Kekurangan Edmodo
1. Edmodo
tidak terintegrasi atau tidak saling bersambungan dengan media sosial
2. Penggunaan
bahasa Inggris terkadang menjadi penghambat untuk dosen ataupun mahasiswa
3. Video
Conference belum tersedia.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran berbasis multimedia dan ICT sangatlah bermanfaat. Hal ini
dikarenakan media pembelajaran berbasis multimedia dan ICT dapat digunakan
untuk berbagai model-model pembelajaran. Hal ini menjadi peluang bagi para guru
sejarah untuk memanfaatkan media pembelajaran berbasis multimedia dan ICT
sehingga siswa tidak akan merasa bosan saat sedang belajar sejarah.
Dengan memanfaatkan teknologi, pembelajaran sejarah tidak
akan terasa membosankan lagi dan jelas akan lebih diminati oleh para siswa. Hal
ini dikarenakan pada jaman sekarang tidak ada yang mempu lepas dari teknologi.
Informasi jaman sekarang sudah sangat mudah untuk didapatkan. Bahkan komunikasi
pun juga sangat mudah. Walaupun jarak antara guru dengan siswa-siswanya jauh
karena suatu alasan, namun guru masih dapat menyampaikan materi yang akan
dipelajari oleh para siswa. Seolah-oleh tidak ada jarak yang membatasinya.
Namun demikian, setiap kelebihan pasti ada kekurangannya.
Dengan kemajuan yang sangat pesat itu, maka terjadilah permasalahan baru.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sekolah-sekolah di Indonesia belum
tentu dapat melakukan media pembelajaran berbasis multimedia dan ICT khususnya
di daerah pedalaman. Belum lagi dengan siswa-siswa yang masih “gaptek” yang
akan mempersulit pembelajaran. Dan jangan lupakan interaksi sosial antara guru
dengan siswanya. Dengan kemajuan komunikasi ini menyebabkan interaksi antara
guru dengan siswa mejadi berkurang. Sehingga dapat memungkinkan terjadinya interaksi
kurang baik antara guru dengan siswa.
DAFTAR RUJUKAN
Arsyad
A. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta:
PT Raja Grafindo Persada.
Munir. 2012. MULTIMEDIA
– Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Nandi,
S. 2006. Penggunaan Multimedia Interaktif
Dalam Pembelajaran Geografi Di Sekolah “Jurnal ‘’GEA’’ Jurusan Pendidikan
Geografi Vol.6, No.1.2006. (Online). http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/197901012005011-NANDI/artikel%20jurnal/Artikel_di_Jurnal_GEA.pdf__Penggunaan_Multimedia__Interaktif.pdf.
Diakses pada tanggal 31 Oktober 2018.
N Suryani. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Sejarah
Berbasis IT. (Journal Online). journal.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya/article/download/7669/3492.
diakses pada tanggal 31 Oktober 2018.
Oka,G.P.A.
2017. Media dan Multimedia pembelajaran.
Deepublish: Sleman.
Pramono,Gatot. 2008. Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran. (Modul Online). https://msigidhrd.files.wordpress.com/2008/06/modul-07-pemanfaatan-multimedia-dalam-pembelajaran.pdf
diakses pada tanggal 31 Oktober 2018.
Rusman,dkk. 2012. Pembelajaran Berbasis TIK. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Suryani,
Nunuk. 2015. Pengembangan Media
Pembelajaran Berbasis IT. Prosiding Workshop Nasional di Pascasarjana Prodi
Teknologi Pendidikan Universitas
Sebelas Maret. 28 November 2015.
Sutopo A. 2012. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan. Jogjakarta:
Graha Ilmu.
Comments
Post a Comment