Mengapa Harus Belajar Sejarah?

            Halo adik-adik dan temen-temen sekalian! Assalamualaikum wr, wb semuanya! Selamat pagi, siang, sore, malem buat kalian yang sedang nonton video aku ini dimanapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun. Selamat datang di channel Bagas Gifari. Oh ya, bagi kalian yang baru bergabung ke channel ini, aku akan menjelaskan mengenai channel ini. Channel Bagas Gifari ini berisi konten mengenai cara dan tutorial beberapa aplikasi yang aku gunakan di laptop ini. Namun, sekarang aku ingin mengembangkan suatu konten lain, yaitu sebuah video pembelajaran sejarah.

Oke, itu tadi mengenai channel ini. Sekarang adalah pengenalan pribadi dari sang creator di channel ini. Sebenarnya, pengenalan pribadi sudah pernah aku buat dalam bentuk video di channel ini dengan judul Vlog 1. Namun bagi kalian yang baru melihat dan bergabung di channel ini, aku akan memperkenalkan diriku sekali lagi. Halo semuanya! Perkenalkan, nama saya Bagas Gifari Eko Saputra, lahir tanggal 24 Desember 1997, dan aku adalah salah satu mahasiswa di salah satu universitas di Indonesia dari program studi Pendidikan Sejarah. Mengenai cita-cita, sebenarnya cita-cita aku itu banyak dan berubah-ubah. Maka dari itu, tulislah cita-cita kalian sebanyak mungkin karena kita tidak pernah tahu cita-cita mana yang akan terwujud di masa depan. Kalau mengani pacar atau jodoh, mohon maaf nih, aku ini musafir cinta bosku. Jadi, jangan tanya soal pacar oke.

Oke, sebenarnya, aku ini bukan tipe orang yang suka dengan formalitas seperti ini. Memakai jas, ham putih berkerah, dan terkadang memakai dasi, itu membuat diriku gerah dan panas. Aku lebih suka menggunakan kaos seperti ini, agar kita terlihat setara, terlihat sama, kita sama-sama makan nasi, sama-sama punya otak untuk berpikir, dan sama-sama memiliki hati agar saling mengerti dalam segala situasi. Oh ya, kalau kalian penasaran dengan isi channel YouTube ini, kalian boleh banget lihat video-video sebelum video ini dan bila ada recording yang dimana aku lagi merokok, bagi kalian yang berada dibawah usia 18 tahun, jangan tiru adegan itu karena kalian belum waktunya. Oh ya aku aku hampir lupa untuk mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dan selamat Tahun Baru Hijriah bagi yang merayakan. Dirgahayu Negeriku! Ya, walaupun aku mengucapkan selamat ini juga agak sedikit terlambat, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan?

Oke, cukup sekian pengenalan mengenai channel YouTube ini dan sang kreatornya. Sekarang, kita akan masuk ke isi video ini, yaitu Mengapa Harus Belajar Sejarah? Isi dari video ini aku ambil dari berbagai sumber di situs internet. Jadi, jika ada pihak yang merasa kalau apa yang aku terangkan sama dengan situs internet, maka aku mohon maaf sebesar-besarnya karena tidak menyantumkan situs internet tersebut. Oke lanjut, apa yang muncul di dalam benak kalian jika mendengar nama sejarah? Mungkin diantara kalian ada yang menjawab suatu rangkaian peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lalu. Itu memang benar. Oke, belajar sejarah pada perinsipnya memberikan kesenangan tersendiri. Namun, banyak sekali perbedaan sikap dalam mempelajari sejarah. Ada sebagian yang merasa bosan dan tidak menyukai pelajaran sejarah karena harus menghafal peristiwa-peristiwa yang penting, baik yang terjadi di dalam maupun di luar negeri termasuk detail nama tokoh dan waktunya. Ada yang merasa seperti itu disini? Meski terkesan ribet dan membosankan, ada pula sebagian yang begitu menyukai pembelajaran sejarah karena bisa mengetahui kebenaran suatu peristiwa yang terjadi di masa lalu.

Terlepas suka atau tidak, belajar sejarah itu penting. Selain dapat melacak kebenaran suatu peristiwa yang terjadi di masa lalu, dengan belajar sejarah, kita bisa mengetahui asal usul segala sesuatu, sebab segala sesuatu memiliki sejarahnya masing-masing. Sekarang kalian perhatikan disekeliling kalian. Adakah disekeliling kalian benda-benda seperti meja, kursi, lemari, kasur, vas bunga dan lain-lainnya? Setiap benda atau barang di sekitar kalian itu juga punya cerita sejarahnya masing-masing hingga menjadi seperti sekarang yang kita kenali. Bahkan, smartphone yang sekarang tidak bisa lepas dari genggaman kita itu juga punya sejarah yang panjang hingga menjadi seperti sekarang ini.

Oke, aku akan mengutip perkataan Ir. Soekarno, sang Proklamator Indonesia, dalam pidato terakhirnya di Hari Ulang Tahun Republik Indonesia pada tahun 1966. JASMERAH atau Jangan Sekali-Kali Meninggalkan Sejarah. Ingat lho ya, “Menggalkan” bukan “Melupakan”. Banyak sekali orang-orang yang selalu salah mengartikan JASMERAH sebagai singkatan dari “Jangan Sekali-Kali ‘Melupakan’ Sejarah”, padahal yang benar itu “Jangan Sekali-Kali ‘Meninggalkan’ Sejarah”. Meninggalkan dan melupakan merupakan dua kata yang memiliki makna yang berbeda.

Terlepas dari kesalahan arti dari kata itu, ada makna yang tersirat dalam kalimat “Jangan Sekali-Kali meninggalkan Sejarah” dengan “belajar sejarah” ini. Dalam pidato terakhirnya, Ir. Soekarno menerangkan “Jikalau Engkau meninggalkan sejarah. Engkau akan berdiri di atas vacuum. Engkau akan berdiri di atas kekosongan dan lantas Engkau menjadi bingung. Dan akan berupa amuk, amuk belaka.” Makna dari kata-kata itu memberikan isyarat kepada kita bahwa pengenalan akan sejarah bangsa memang harus menjadi pondasi atau pijakan bagi arah masa depan Negara Indonesia. Hal itu menentukan mau dibawa kemanakah bangsa dan Negara ini kedepannya? Apakah generasi muda milenial sebagai penentu arah masa depan bangsa betul-betul mengetahui sejarah bangsanya? Sehingga apapun keputusan dan langkah yang akan diambil dapat bercermin dari sejarah bangsa dan sejarah perjuangan bangsanya.

Dari sini apakah kalian paham? Jika kalian masih belum paham, maka aku akan menerangkanya lebih detail lagi. Menurut Guru Besar sejarah Indonesia, A.B Lapian (2011), bahwa belajar sejarah setidaknya akan mendapatkan beberapa manfaat, antara lain sebagai berikut.

            1.      Sejarah sebagai Pengingat

Semua rekam jejak manusia yang berkaitan dengan kehidupan masa lalunya, baik buruknya, tentu sejarahlah yang mengingatkan kita. Dalam kehidupan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah hingga mendapatkan hak yang layak sebagai sebuah Negara itu pun dengan sebuah perjuangan yang cukup berat. Banyak peristiwa kelam yang menyelimuti Indonesia. Disini sejarah mengingatkan kita agar tidak melupakan dan agar menjadikan gambaran ini sebagai modal dasar perjuangan kita kedepannya. Ingat, hanya dengan bambu runcing kita bangsa Indonesia dapat berjuang mempertahankan harkat dan martabat kita sebagai manusia yang layak. Kesederhanaan yang memberikan arti penting bagi keberlanjutan masa depan bangsa. Hal ini mesti juga dipahami oleh kalian para generasi muda dalam perjuangan kalian dengan sejumlah prestasi.

            2.      Sejarah sebagai Pemersatu

Makna sejarah tidak hanya dilihat sebagai bagian masa lalu saja, namun lebih dari pada itu penting juga untuk mempersatukan kita sebagai suatu bangsa. Landasan konsepnya adalah ketika kita sebagai bangsa pernah dijajah dan kita bersatu mempertahankan kedaulatan itu. Oleh karena kekuatan itu, kita dapat bersatu membentuk sebuah Negara yang multikultur, baik dari segi agama, budaya, dan suku. Tidak ada perdebatan saat itu tentang perbedaan, karena kita memang merupakan bangsa yang saat itu mempunyai nasib yang sama. Oleh karena itu, belajar sejarah adalah kita memupuk rasa persatuan kita dalam membangun bangsa yang lebih beradab. Kalian para generasi muda hendaknya mengilhami semangat ini dalam bersatu membangun bangsa. Tidak perlu mempersoalkan apa budayanya, agamanya, dan lain sebagainya.

            3.      Sejarah sebagai Penyemangat

Sejarah pada prinsipnya memberikan pengertian utama bagi keberlangsungan manusia. Artinya, sejarah yang berdasarkan pada masa lalu akan memberikan manfaat penyemangat bagi setiap orang. “belajarlah dari sejarah”, ini juga merupakan semangat bangsa Indonesia dalam memahami masa lalu sebagai bagian dari menata masa depan. Orang yang dalam hidupnya pernah melakukan kessalahan juga tentu tidak akan mengulanginya lagi karena patokannya adalah pada sejarah.

Dari sini apakah kalian paham? Bagi kalian yang belum paham, sekarang buang semua pemikiran akademis kalian, buang semua pikiran intektual kalian, dan buang semua pemikiran teoritis kalian. Mari kita pahami pentingnya belajar sejarah dari diri sendiri. Untuk diri sendiri secara pribadi, belajar sejarah juga memberikan peran pentingnya, antara lain sebagai berikut.

            1.      Melatih Diri untuk Lebih Kritis terhadap Sesuatu

Kalau boleh jujur, aku sebagai seorang calon guru sejarah masih belum pantas untuk menyandang gelar tersebut karena aku punya daya ingat yang rendah. Jika sejarah disuruh untuk mengingat nama tokoh, waktu, dan tempat, maka aku tidak akan bisa melakukan hal itu. Aku tidak bisa menghafal nama orang apalagi bila nama orang itu susah dieja. Aku mau cerita sedikit mengenai hal ini. Jadi, aku punya temen semasa SMA. Tiga tahun kami selalu bersama. Akhirnya, kita lulus deh dari SMA itu. Kemudian, nomor handphone aku trobel karena jarang diisi pulsa. Jadi, aku ganti nomor dan akhirnya kami tidak bisa saling berhubungan lagi. Satu tahun berlalu dan akhirnya kita saling ketemu karena ada acara reunian SMA waktu itu. Nah disinilah penyakit daya ingat aku kambuh. Aku ingat dia itu temenku, tiga tahun sekelas bareng, canda suka duka kita lakuin bareng-bareng, dan aku inget banget sering aku traktir makan di kantin SMA dulu. Tapi, aku lupa siapa namanya. BEEEEEEEH. Apalagi setelah satu tahun gak ketemu, penampilanya berubah 180°. Mungkin kalian bertanya-tanya, kalau aku lupa sama namanya kenapa aku bisa inget kejadian tiga tahun yang lalu? Itu karena dia punya ciri khas senyum yang gak bisa ditiru sama orang lain dan bau parfum yang gak pernah dia mau ganti. Jadi, pas waktu acara reunian itu, dia itu cuma senyum ke arahku. Terus aku cuma bicara dalam hati, “kok kayak pernah lihat senyumnya ya? Tapi siapa?” Karena penasaran, aku mendekat dong. Pas jarak kita udah semakin dekat, terciumlah bau parfum yang paling dia suka dan gak pernah mau ganti dari merk parfum lainnya. Dari situ, memori tiga tahun yang lalu terekam kembali di otakku. Tapi aku masih gak inget siapa namanya. Jadi, aku memberanikan diri untuk bertanya, “eh, kamu anak IPS 3 ya?” Dia menjawab, “iya Gas, kamu lupa sama aku ya?” Dengan polosnya aku menjawab “iya” pada waktu itu dan dia mempernalkan namanya. Setelah itu aku baru tahu namanya. Ini beneran bukan rekaya. Ini beneran terjadi di kehidupanku.

Yang kedua, aku gak bisa menghafal waktu. Maksudnya, jika dalam belajar sejarah disuruh untuk menghafal tanggal, bulan, dan tahun yang mengandung peristiwa sejarah, maka aku gak akan bisa. Jangankan menghafal atau mengingat tanggal, bulan, dan tahun yang ada peristiwa sejarahnya, tanggal lahir Ayah, Ibu, dan Adikku, yang selama ini hidup bertahun-tahun bersama aku saja sampai sekarang gak hafal-hafal. Hadeh, parah! Yang ketiga, aku susah menghafal nama tempat. Kalau yang ini bagiku sih wajar. Karena siapa orangnya sih yang langsung inget nama tempat yang baru dia denger.

Oke, dari carita pribadiku tadi, pasti diantara kali nada yang bertanya-tanya, kena aku kok mengambil program studi Pendidikan Sejarah? Atau jangan-jangan aku salah ambil jurusan? Hmm, sebenarnya aku tidak salah ambil jurusan. Aku mengambil program studi ini karena aku cinta dan suka dengan sejarah sejak aku masih di bangku SMP. Kenapa kok aku cinta dan suka sama sejarah? Karena kau belajar untuk memahami sejarah. Oleh sebab itu, kalian yang ingin cinta dan suka dengan sejarah, harus bisa mengubah mindset kalian, mengubah pemikiran kalian, merubah metode belajar sejarah kalian. “SEJARAH ITU BUKAN UNTUK DIINGAT, TETAPI SEJARAH ITU UNTUK DIPAHAMI DAN DIMENGERTI”. Itulah yang membuat diriku cinta dan suka dengan sejarah. Sejarah itu seperti kaum hawa yang ingin dipahami dan ingin dimengerti. Jika kita berhasil memahami dan mengerti kaum hawa yang kita taksir, maka si kaum hawa ini akan cinta dan suka sama kita. Begitu pula dengan sejarah. Jika kita dapat memahami dan mengerti sejarah, maka sejarah akan banyak memberikan manfaat bagi kita.

Jika kita berhasil mamahami dan mengerti sejarah, maka kita akan sadar bahwa di dalam sejarah banyak berisi kemungkinan-kemungkinan yang masih belum pasti kebenarannya. Jadi, masih banyak hal yang belum diekspor dalam belajar sejarah. Masih banyak hal dalam sejarah yang belum dapat dipastikan dalam sejarah. Contohnya, “Apakah Dinosaurus benar-benar ada?” atau “Siapa yang membangun Piramida Mesir?” Contoh dari pertanyaan tadi masih sangat hangat untuk dibahas dan dipertanyakan kebenarannya. Mengingat banyak hal dalam sejarah yang masih unik untuk ditelusuri lebih lanjut. Hal ini dapat memicu kita untuk lebih mencari tahu lebih dalam hingga rasa penasaran itu tersalurkan oleh jawaban yang valid. Sehingga memicu kita dalam berpikir kritis dalam belajar sejarah.

            2.      Memberikan Pandangan yang Lebih Luas terhadap Dunia

Jika kita membahas sejarah, maka akan aku katakan bahwa sejarah itu luas. Kita bisa belajar dari sudut pandang manapun dari suatu peristiwa sejarah. Kita ambil saja contoh waktu kemerdekaan Indonesia. Disini, kita dapat belajar dan memahami apa yang terjadi dari sudut pandang manapun, baik itu politik, agama, sosial, budaya, kita dapat mempelajari itu semua. Entah kalian belajar dari bidang yang mana? Atau entah kalian memahami dari sudut pandang yang mana? Itu terserah kalian. Oke, kita persempit lagi dengan menggunakan kata tempat. Contoh, Masa Kemerdekaan Indonesia di tempat tinggal kalian. Apakah kalian tahu, pada saat pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan di Jakarta sana, di tempat kalian tinggal pada saat itu sudah aman dari para penjajah? Atau jangan-jangan masih terjadinya Romusha di tempat tinggal kalian waktu teks proklamasi kemerdekaan dikumandangkan? Hmm, menarik untuk diungkapkan.

Karena luasnya sejarah, kita bisa belajar seluk beluk suatu objek, baik itu benda mati maupun makhluk hidup. Seperti yang aku terangkan tadi, bahwa setiap benda yang ada di sekeliling kita itu punya sejarahnya sendiri-sendiri. Kita tidak hanya memandang suatu benda dari bagaimana benda itu berfungsi, namun kita juga belajar mengerti dan memahami bagaimana benda tersebut diciptakan. Jika kalian pernah membaca mengenai buku biografi tokoh-tokoh perjuang bangsa Indonesia atau buku biografi dari para penemu-penemu, para ilmuwan-ilmuwan, dan buku biografi lainnya, kita bisa belajar segala hal dari orang tersebut, baik kehidupan masa kecilnya, kehidupan keluarganya, bagaimana keluarganya mendidiknya, bagaimana sosial budaya masyarakat yang ada disekitarnya, dan lain sebagainya. Karena luasnya sejarah, maka jika kita belajar sejarah sama saja dengan kita mengarungi sebuah samudra yang sangat luas temen-temen dan adik-adik sekalian. Uh, sungguh luas sejarah ini ya.

            3.      Sejarah sebagai Sumber Inspirasi

Pernahkah kalian membaca atau mendengar sebuah cerita rakyat, legenda, mitos, lalu apa lagi ya? Pokoknya yang berhubungan dengan cerita yang diceritakan dari mulut ke mulut? Tahukah kalian bahwa cerita-cerita tersebut sebenarnya mengandung sejarah di dalamnya? Sebenarnya, cerita rakyat, legenda, mitos dan lain sebagainya itu mengandung fakta sejarah didalamnya. Namun karena cerita ini di ceritakan dari mulut ke mulut secara turun temurun, menyebabkan cerita tersebut ada yang dilebih-lebihkan dan ada yang dikurang-kurangkan, sehingga fakta sejarah yang ada didalamnya menjadi kabur. Contohnya, Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir. Faktanya, ribuan tahun yang lalu terdapat sebuah gunung purba yang disebut sebagai Gungung Toba Purba yang meletus dengan maha dasyatnya yang kemudian menciptakan Danau Toba dan Pulau Samosir yang bisa kita lihat sekarang.

Terlepas dari hal itu, cerita-cerita yang beredar di masyarakat itu membuat kita yang mendengarkannya atau membacanya akan membayangkan dan berimajinasi mengenai cerita-cerita tersebut. Akibat dari hal itu, banyak karya atau ide yang terinspirasi dari kejadian atau peristiwa dalam sejarah. Contohnya, dibuatnya ukiran dinding yang menggambarkan masa-masa kejayaan suatu bangsa atau kerajaan, nama jalan yang terinspirasi dari nama tokoh, hingga dibuatnya museum dan monumen untuk mengabadikan peristiwa penting dalam sejarah.

            4.      Mendorong Kemandirian Berpikir

Ini masih berkaitan dengan imajinasi dan tingkat berhayal kita temen-temen dan adik-adik sekalian. Jadi, jika kita membaca buku-buku sejarah atau mendengarkan cerita sejarah, maka kita akan berimajinasi dan membayangan setiap adegan demi adegan dari cerita sejarah tersebut. Hal ini dapat mendorong kita untuk lebih mandiri dalam berpikir. Tidak hanya komunikasi satu arah, dalam komunikasi dua arah seperti diskusi sejarah juga dapat memicu pertanyaan-pertanyaan bahan ide-ide yang mendukung pengembangan teori atau kemungkinan-kemungkinan yang masih belum pasti kebedarannya dalam sejarah. Pengetahuan mengenai belajar sejarah tidak hanya berasal dari guru, dosen, ataupun sejarawan saja, namun juga memicu cara berpikir kritis dari siswa, mahasiswa, dan kalangan umum yang berusaha mengembangkan kemandirian berpikirnya. 

            5.      Jadi lebih Menghargai Masa Lalu

Pernahkah kalian merasa kalau waktu itu berjalan lebih cepat? Jika kalian merasakanya, maka lebih baik kalian lebih menghargai waktu kalian. Nah, jika kalian sudah dapat menghargai waktu, maka kalian juga bisa menghargai masa lalu. Hal ini karena pada prinsipnya sejarah itu bergerak dalam waktu. Setiap detik yang telah kita lalui di hari ini adalah sejarah yang telah kita buat sendiri. Jika kita mengisinya dengan sesuatu yang bermakna, maka kita telah membuat atau menulis sejarah yang baik untuk diri kita sendiri, begitu pula dengan sebaliknya. Baik tidaknya, bermakna tidaknya, itu tergantung dari diri kita sendiri. Jika di detik-detik yang telah berlalu itu kita pernah melakukan kesalahan, maka usahakan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di detik-detik berikutnya. Melihat hal itu, sejarah dapat dikatakan sebagai sesuatu yang sangat berharga karena dari sanalah kita mampu memperbaiki masa depan agar masa depan yang kita lewati nanti akan jauh lebih baik, dan berusaha sebaik mungkin agar segala kesalahan di masa lalu tidak terulang lagi. Sejarah memang guru yang paling luar biasa ya.

            6.      Adanya Relevansi dengan Masa Kini

Mengutip dari perkataan George Santayana, seorang filsuf dari Spanyol mengatakan “Mereka yang tidak mengenal masa lalunya, dikutuk untuk mengulanginya.” Hal ini sejalan dengan penjelasan sebelumnya. Jika kita merasa bahwa sejarah terus terulang atau kita terjebak pada kesalahan yang sama, meskipun polanya persis ataupun hampir mirip, itu berarti kita tidak belajar dari sejarah, tidak belajar dari kesalahan yang terjadi di masa lalu. Mungkin para guru sejarah telah menerangkan mengenai sejarah yang terjadi di masa lalu akan terkait dengan masa kini dan selanjutnya terkait pula dengan masa depan. Jika kita mengaitkan masa kini dengan masa lalu, maka solusi untuk memecahkan persitiwa yang terjadi saat ini juga terdapat di peristiwa masa lalu itu.

            7.      Memberikan Pengetahuan dan Kesadaran Budaya

Setiap daerah, bahkan dilingkup paling kecil yaitu keluarga, memiliki kebudayaannya masing-masing. Dengan mempelajari dan memahaminya, kita dapat belajar banyak hal, seperti mengetahui pengembangan peradaban dan menyadari perbedaan budaya di suatu suku, bangsa dan juga Negara. Kita juga bisa mempelajari dan memahami sifat, karakter, watak yang membentuk suatu individu. Belajar tentang sejarah budaya yang berbeda memungkinkan kita untuk membangun pemahaman yang lebih baik tentang alasan setiap orang di masing-masing suku atau suatu negara melakukan perbuatan tertentu.

Sebagai contoh, meski perbudakan telah dihapuskan dan tidak ada lagi hingga saat ini, namun di Amerika Serikat masih banyak terjadi kasus rasisme. Bergeser ke India, meskipun setiap orang memiliki dan telah terjamin hak asasinya, tetapi sistem kasta masih saja dianut disana. Inilah yang dimaksudkan dengan sejarah budaya yang harus diketahui dan dipahami dalam konteks sejarah.

Jadi, kesimpulan apa yang kalian dapat dari video ini? Pertanyaan apa yang ingin kalian lontarkan? Dan kritik dan saran apa yang ingin kalian ajukan? Silakan kalian tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa Subscribe, Like, dan Share bila kalian suka dengan video-video seperti ini. Sampai jumpa lagi di video selanjutnya, Good Bye! Babay! 


Sumber: 



Comments

Popular Posts