Volksraad sebagai Wahana Perjuangan

            Hallo adik-adik dan teman-teman SMK Negeri 12 Malang. Assalamualaikum wr,wb. Selamat pagi, siang, sore, malam untuk kalian adik-adik dan teman-teman dari SMK Negeri 12 Malang yang sedang melihat video ini dimanapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun. Oke, sebelumnya aku akan memperkenalkan diriku. Hallo semua. Perkenalkan, namaku Bagas Gifari Eko Saputra. Aku adalah anggota KPL UM Gelombang ke-2 yang sedang praktik menjadi guru yang sesungguhnya. Mohon maaf bila kata-kataku kurang jelas karena diluar sedang hujan. Oke, sebelum memasuki materi, alangkah lebih baiknya bila kita berdoa terlebih dahulu sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing agar kita dapat menyerap ilmu yang kita dapatkan hari ini dengan mudah. Berdoa dimulai!

Berdoa Selesai!Hallo adik-adik dan teman-teman SMK Negeri 12 Malang. Assalamualaikum wr,wb. Selamat pagi, siang, sore, malam untuk kalian adik-adik dan teman-teman dari SMK Negeri 12 Malang yang sedang melihat video ini dimanapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun. Oke, sebelumnya aku akan memperkenalkan diriku. Hallo semua. Perkenalkan, namaku Bagas Gifari Eko Saputra. Aku adalah anggota KPL UM Gelombang ke-2 yang sedang praktik menjadi guru yang sesungguhnya. Mohon maaf bila kata-kataku kurang jelas karena diluar sedang hujan. Oke, sebelum memasuki materi, alangkah lebih baiknya bila kita berdoa terlebih dahulu sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing agar kita dapat menyerap ilmu yang kita dapatkan hari ini dengan mudah. Berdoa dimulai!

Berdoa Selesai!

Udah siap untuk masuk ke materi selanjutnya? Jangan lupa siapkan alat tulis kalian atau notebook di handphone atau di laptop kalian karena kita akan memasuki materi. Oke, kali ini kita akan memasuki materi mengenai Volksraad sebagai Wahana Perjuangan.

Ada yang tahu gambar apa ini?

Ini adalah yang sekarang disebut sebagai Gedung Pancasila. Dulunya, gedung ini merupakan sebidang tanah yang diakuisisi oleh Cornelis Chastelien pada 6 Maret 1697 di sisi timur bovenstad (Kota Atas) di daerah yang sekarang disebut Medan Merdeka. Gedung ini dibangun pada tahun 1830-an sebagai rumah kediaman untuk Hertog Bernhard, seorang kebangsaan Jerman yang juga merupakan Panglima Angkatan Perang Kerajaan Belanda di Hindia Belanda. Kemudian, gedung ini digunankan  untuk kegiatan Volksraad pada tahun 1918 hingga 1942.

Itu tadi adalah apersebsi bagi kalian mengenai Volksraad. Melalui video ini aku berharap kalian dapat memahami sulitnya perjuangan para pejuang untuk mendapatkan kemerdekaan. Aku berharap juga kalian dapat mengerti pengertian, keanggotaan, dan fungsi Volksraad bagi pejuangan bangsa Indonesia. Kalian dapat memahami bagaimana strategi yang digunakan oleh para pejuang di Volksraad untuk meminta kemerdekaan kepada Pemerintah Kolonial Belanda. Dan yang terakhir dan yang paling penting adalah adik-adik dan teman-teman sekalian dapat menggelorakan semangat perjuangan di masa lalu dan mengaplikasikannya ke masa sekarang. 

Jadi, apa itu Volksraad?

Volksraad yang diambil dari bahasa Belanda dan secara harfiah berarti Dewan Rakyat adalah semacam dewan perwakilan rakyat Hindia Belanda.

Volksraad untuk Hindia Belanda diatur dan ditetapkan oleh Undang-Undang pada tahun 1916, namun pembentukannya ditunda sampai anggota Dewan ini dilantik pada tahun 1918. Itu adalah upaya demokratisasi yang ragu-ragu dan lamban untuk demokratisasi di Hindia Belanda.

Dewan ini dibentuk pada tanggal 18 Mei 1918 oleh Pemerintah Hindia Belanda yang diprakarsai oleh Gubernur Jendral Johan Paul van Limburg Stirum bersama dengan Menteri Urusan Koloni Belanda, Thomas Bastiaan Pleyte.

Bagaimana dengan keanggotaan Volksraad?

Pada awal berdirinya, Dewan ini terdiri dari 38 anggota, 15 diantaranya adalah orang pribumi dan anggota lainnya adalah orang Belanda (Eropa) serta orang Timur Asing (Tionghoa, Arab, dan India. Pada akhir tahun 1920, mayoritas anggotanya adalah kaum pribumi.

Awalnya, masa jabatan anggota Volksraad adalah tiga tahun. Namun menjadi empat tahun pada tahun 1925.

Selanjutnya yang akan kita bahas adalah tugas dan fungsi Volksraad. Awalnya, lembaga ini hanya memiliki kewenangan sebagai penasehat.

Baru pada 1927, Volksraad memiliki kewenangan semi-legislatif bersama Gubernur Jendral yang ditunjuk oleh Belanda, termasuk hak untuk mengusulkan pembaharuan-pembaharuan yang dianggap perlu kepada Gubernur Jendral. Gubernur Jendral diharapkan berkonsultasi dengan Volksraad tentang masalah-masalah besar.

Namun, karena Gubernur Jendral memiliki hak veto, kewenangan Volksraad sangat terbatas. Sedikit informasi, hak veto adalah hak untuk membatalkan keputusan, ketetapan, rancangan peraturan, dan Undang-Undang atau resolusi. Jadi, meski anggota Volksraad memberikan usulan untuk Gubernur Jendral, tetap saja keputusan ada di tangan Gubernur Jendral itu mau menerima atau menolak usulan dari anggota Volksraad. Usul-usulnya tidak mengikat bahkan tidak berpengaruh besar terhadap kebijakan pemerintah Hindia Belanda karena Volksraad belum dapat dikatakan sebagai badan legislatif dalam arti kata yang sesungguhnya. Keberadaan Volksraad sendiri menimbulkan pro dan kontra diantara kaum pergerakan nasional.

Selama berdirinya, Volksraad dijadikan sebagai wahana perjuangan oleh pihak pribumi untuk menuntut kemerdekaan. Bagaimana strategi mereka agar mendapatkan kemerdekaan dari pihak Pemerintah Kolonial Belanda? Mari kita bahas bersama-sama.

Ini adalah kuis buat kalian. Kalau kalian tahu jawabannya silakan komen di kolom komentar, oke? Ada yang tahu siapa nama tokoh ini? Beliau merupakan ketua dari Fraksi Nasional. Pada akhir tahun 1929, pimpinan PNI ditangkap. Untuk melanjutkan perjuangan maka dibentuklah fraksi baru dalam volksraad yang bernama Fraksi Nasional, pada Januari 1930 di Jakarta. Beranggotakan sepuluh orang yang berasal dari Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Tujuan organisasi itu adalah menjamin kemerdekaan Indonesia dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Penangkapan pimpinan PNI menjadi pembicaraan di kalangan Fraksi Nasional. Mereka mengecam tindakan pemerintah terhadap ketidakadilan yang diterapkan terhadap gerakan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial. Atas usulan Fraksi Nasional itu volksraad meninjau ulang kebijakan pemerintah kolonial.

Fraksi Nasional juga menolak usulan pemerintah untuk memperkuat pertahanan yang dapat menghabiskan biaya yang besar. Ini berarti menambah kesengsaraan rakyat karena situasi ekonomi saat itu sedang mengalami depresi. Menurut Fraksi Nasional lebih baik biaya itu digunakan untuk meningkatkan kesejateraan rakyat.

Sementara itu, dominasi kolonial pada masa itu hampir mencangkup semua aspek. Sampai pada forum-forum resmi harus menggunakan bahasa Belanda. Padahal sejak Kongres Pemuda II di tahun 1928, bahasa Indonesia disepakati sebagai bahasa persatuan yang menjadi salah satu alat perjuangan bagi kalangan pro-kemerdekaan. Untuk itulah, Mohammad Hoesni Thamrin mengecam pedas tindakan-tindakan yang dianggap mengecilkan arti bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia dalam sidang-sidang Volksraad diperbolehkan pada Juli 1939. Fraksi Nasional menggunakan bahasa Indonesia dalam Dewan Rakyat (Volksraad) untuk meninggikan dan memuliakan bahasa Indonesia.

Kemudian, kuis yang kedua akan dimulai. Kalau sudah tahu jawabannya komen di bawah. Gambar tokoh siapakah ini? Beliau adalah pengusul Petisi Soetardjo. Kericuhan sempat muncul dengan adanya Petisi Sutardjo pada 15 Juli 1936, dalam sidang Volksraad. Petisi itu menyuarakan tentang kurang giatnya pergerakan nasional dalam pergerakan yang disebabkan oleh tidak adanya saling pengertian dari pihak pemerintah.

Petisi itu mendapat persetujuan mayoritas dari anggota Volksraad, selanjutnya disampaikan pada pemerintah kerajaan dan parlemen Belanda.

Petisi itu tanpa melalui perdebatan ditolak oleh pemerintah Belanda pada 16 November 1938. Alasan penolakan petisi adalah Indonesia belum siap untuk memikul tanggungjawab memerintah diri sendiri. Bangsa Indonesia juga dinilai belum mampu untuk berdiri apalagi menjadi negara yang merdeka.

Kesimpulan dari materi kali ini adalah yang pertama, Volksraad adalah sebuah dewan semi-legislatif yang dibentuk oleh pihak Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1918 yang disebabkan oleh desakan pemuka-pemuka pergerakan di Indonesia dan orang Belanda yang menuntut adanya sebuah dewan perwakilan bagi orang-orang Hindia. Pembentukannya diprakarsai oleh Gubernur Jendral Johan Paul van Limburg Stirum bersama dengan Menteri Urusan Koloni Belanda, Thomas Bastian Pleyte.

Kedua, Pada awal berdirinya, Dewan ini terdiri dari 38 anggota, 15 diantaranya adalah orang pribumi dan anggota lainnya adalah orang Belanda (Eropa) serta orang Timur Asing (Tionghoa, Arab, dan India. Pada akhir tahun 1920, mayoritas anggotanya adalah kaum pribumi.

Ketiga, Awalnya, lembaga ini hanya memiliki kewenangan sebagai penasehat. Baru pada 1927, Volksraad memiliki kewenangan semi-legislatif bersama Gubernur Jendral yang ditunjuk oleh Belanda. Karena Gubernur Jendral memiliki hak veto, kewenangan Volksraad sangat terbatas.

Yang terakhir, Selama berdirinya, Volksraad dijadikan sebagai wahana perjuangan oleh pihak pribumi untuk menuntut kemerdekaan. Yang paling terkenal adalah Petisi Soetardjo yang diajukan oleh beberapa anggota Volksraad yang progresif pada tahun 1936. Mohammad Hoesni Thamrin dan Fraksi Nasional menggunakan bahasa Indonesia dalam Dewan Rakyat (Volksraad) untuk meninggikan dan memuliakan bahasa Indonesia.

Oke, aku mau memberikan tugas nih kepada kalian berupa tiga pertanyaan.

1.      Yang pertama, coba kalian jelaskan apa yang kalian pahami mengenai Volksraad?

2.      Yang kedua, jelaskan seperti apa strategi yang diterapkan oleh para tokoh perjuangan di Volksraad?

3.      Yang ketiga, menurut apa yang kalian pahami, makna apa yang terkandung dalam perjuangan tokoh-tokoh di Volksraad?

Kalian boleh mencari materi tambahan di buku-buku sejarah yang kalian punya atau mencari di internet. Kalau sudah, tulis di kolom komentar.

Oke semua. Sampailah kita pada penghujung materi kali ini. Sebelum mengakhiri materi kali, alangkah baiknya bila kita berdoa menurut kepercayaan masing-masing agar ilmu yang kita dapat hari ini dapat berguna dan bermanfaat kedepannya. Berdoa dimulai!

Berdoa Selesai!

Sampai bertemu lagi di kesempatan berikutnya adik-adik dan teman-teman SMK Negeri 12 Malang. Wassalamualaikum wr,wb

 

Udah siap untuk masuk ke materi selanjutnya? Jangan lupa siapkan alat tulis kalian atau notebook di handphone atau di laptop kalian karena kita akan memasuki materi. Oke, kali ini kita akan memasuki materi mengenai Volksraad sebagai Wahana Perjuangan.

Ada yang tahu gambar apa ini?

Ini adalah yang sekarang disebut sebagai Gedung Pancasila. Dulunya, gedung ini merupakan sebidang tanah yang diakuisisi oleh Cornelis Chastelien pada 6 Maret 1697 di sisi timur bovenstad (Kota Atas) di daerah yang sekarang disebut Medan Merdeka. Gedung ini dibangun pada tahun 1830-an sebagai rumah kediaman untuk Hertog Bernhard, seorang kebangsaan Jerman yang juga merupakan Panglima Angkatan Perang Kerajaan Belanda di Hindia Belanda. Kemudian, gedung ini digunankan  untuk kegiatan Volksraad pada tahun 1918 hingga 1942.

Itu tadi adalah apersebsi bagi kalian mengenai Volksraad. Melalui video ini aku berharap kalian dapat memahami sulitnya perjuangan para pejuang untuk mendapatkan kemerdekaan. Aku berharap juga kalian dapat mengerti pengertian, keanggotaan, dan fungsi Volksraad bagi pejuangan bangsa Indonesia. Kalian dapat memahami bagaimana strategi yang digunakan oleh para pejuang di Volksraad untuk meminta kemerdekaan kepada Pemerintah Kolonial Belanda. Dan yang terakhir dan yang paling penting adalah adik-adik dan teman-teman sekalian dapat menggelorakan semangat perjuangan di masa lalu dan mengaplikasikannya ke masa sekarang. 

Jadi, apa itu Volksraad?

Volksraad yang diambil dari bahasa Belanda dan secara harfiah berarti Dewan Rakyat adalah semacam dewan perwakilan rakyat Hindia Belanda.

Volksraad untuk Hindia Belanda diatur dan ditetapkan oleh Undang-Undang pada tahun 1916, namun pembentukannya ditunda sampai anggota Dewan ini dilantik pada tahun 1918. Itu adalah upaya demokratisasi yang ragu-ragu dan lamban untuk demokratisasi di Hindia Belanda.

Dewan ini dibentuk pada tanggal 18 Mei 1918 oleh Pemerintah Hindia Belanda yang diprakarsai oleh Gubernur Jendral Johan Paul van Limburg Stirum bersama dengan Menteri Urusan Koloni Belanda, Thomas Bastiaan Pleyte.

Bagaimana dengan keanggotaan Volksraad?

Pada awal berdirinya, Dewan ini terdiri dari 38 anggota, 15 diantaranya adalah orang pribumi dan anggota lainnya adalah orang Belanda (Eropa) serta orang Timur Asing (Tionghoa, Arab, dan India. Pada akhir tahun 1920, mayoritas anggotanya adalah kaum pribumi.

Awalnya, masa jabatan anggota Volksraad adalah tiga tahun. Namun menjadi empat tahun pada tahun 1925.

Selanjutnya yang akan kita bahas adalah tugas dan fungsi Volksraad. Awalnya, lembaga ini hanya memiliki kewenangan sebagai penasehat.

Baru pada 1927, Volksraad memiliki kewenangan semi-legislatif bersama Gubernur Jendral yang ditunjuk oleh Belanda, termasuk hak untuk mengusulkan pembaharuan-pembaharuan yang dianggap perlu kepada Gubernur Jendral. Gubernur Jendral diharapkan berkonsultasi dengan Volksraad tentang masalah-masalah besar.

Namun, karena Gubernur Jendral memiliki hak veto, kewenangan Volksraad sangat terbatas. Sedikit informasi, hak veto adalah hak untuk membatalkan keputusan, ketetapan, rancangan peraturan, dan Undang-Undang atau resolusi. Jadi, meski anggota Volksraad memberikan usulan untuk Gubernur Jendral, tetap saja keputusan ada di tangan Gubernur Jendral itu mau menerima atau menolak usulan dari anggota Volksraad. Usul-usulnya tidak mengikat bahkan tidak berpengaruh besar terhadap kebijakan pemerintah Hindia Belanda karena Volksraad belum dapat dikatakan sebagai badan legislatif dalam arti kata yang sesungguhnya. Keberadaan Volksraad sendiri menimbulkan pro dan kontra diantara kaum pergerakan nasional.

Selama berdirinya, Volksraad dijadikan sebagai wahana perjuangan oleh pihak pribumi untuk menuntut kemerdekaan. Bagaimana strategi mereka agar mendapatkan kemerdekaan dari pihak Pemerintah Kolonial Belanda? Mari kita bahas bersama-sama.

Ini adalah kuis buat kalian. Kalau kalian tahu jawabannya silakan komen di kolom komentar, oke? Ada yang tahu siapa nama tokoh ini? Beliau merupakan ketua dari Fraksi Nasional. Pada akhir tahun 1929, pimpinan PNI ditangkap. Untuk melanjutkan perjuangan maka dibentuklah fraksi baru dalam volksraad yang bernama Fraksi Nasional, pada Januari 1930 di Jakarta. Beranggotakan sepuluh orang yang berasal dari Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Tujuan organisasi itu adalah menjamin kemerdekaan Indonesia dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Penangkapan pimpinan PNI menjadi pembicaraan di kalangan Fraksi Nasional. Mereka mengecam tindakan pemerintah terhadap ketidakadilan yang diterapkan terhadap gerakan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial. Atas usulan Fraksi Nasional itu volksraad meninjau ulang kebijakan pemerintah kolonial.

Fraksi Nasional juga menolak usulan pemerintah untuk memperkuat pertahanan yang dapat menghabiskan biaya yang besar. Ini berarti menambah kesengsaraan rakyat karena situasi ekonomi saat itu sedang mengalami depresi. Menurut Fraksi Nasional lebih baik biaya itu digunakan untuk meningkatkan kesejateraan rakyat.

Sementara itu, dominasi kolonial pada masa itu hampir mencangkup semua aspek. Sampai pada forum-forum resmi harus menggunakan bahasa Belanda. Padahal sejak Kongres Pemuda II di tahun 1928, bahasa Indonesia disepakati sebagai bahasa persatuan yang menjadi salah satu alat perjuangan bagi kalangan pro-kemerdekaan. Untuk itulah, Mohammad Hoesni Thamrin mengecam pedas tindakan-tindakan yang dianggap mengecilkan arti bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia dalam sidang-sidang Volksraad diperbolehkan pada Juli 1939. Fraksi Nasional menggunakan bahasa Indonesia dalam Dewan Rakyat (Volksraad) untuk meninggikan dan memuliakan bahasa Indonesia.

Kemudian, kuis yang kedua akan dimulai. Kalau sudah tahu jawabannya komen di bawah. Gambar tokoh siapakah ini? Beliau adalah pengusul Petisi Soetardjo. Kericuhan sempat muncul dengan adanya Petisi Sutardjo pada 15 Juli 1936, dalam sidang Volksraad. Petisi itu menyuarakan tentang kurang giatnya pergerakan nasional dalam pergerakan yang disebabkan oleh tidak adanya saling pengertian dari pihak pemerintah.

Petisi itu mendapat persetujuan mayoritas dari anggota Volksraad, selanjutnya disampaikan pada pemerintah kerajaan dan parlemen Belanda.

Petisi itu tanpa melalui perdebatan ditolak oleh pemerintah Belanda pada 16 November 1938. Alasan penolakan petisi adalah Indonesia belum siap untuk memikul tanggungjawab memerintah diri sendiri. Bangsa Indonesia juga dinilai belum mampu untuk berdiri apalagi menjadi negara yang merdeka.

Kesimpulan dari materi kali ini adalah yang pertama, Volksraad adalah sebuah dewan semi-legislatif yang dibentuk oleh pihak Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1918 yang disebabkan oleh desakan pemuka-pemuka pergerakan di Indonesia dan orang Belanda yang menuntut adanya sebuah dewan perwakilan bagi orang-orang Hindia. Pembentukannya diprakarsai oleh Gubernur Jendral Johan Paul van Limburg Stirum bersama dengan Menteri Urusan Koloni Belanda, Thomas Bastian Pleyte.

Kedua, Pada awal berdirinya, Dewan ini terdiri dari 38 anggota, 15 diantaranya adalah orang pribumi dan anggota lainnya adalah orang Belanda (Eropa) serta orang Timur Asing (Tionghoa, Arab, dan India. Pada akhir tahun 1920, mayoritas anggotanya adalah kaum pribumi.

Ketiga, Awalnya, lembaga ini hanya memiliki kewenangan sebagai penasehat. Baru pada 1927, Volksraad memiliki kewenangan semi-legislatif bersama Gubernur Jendral yang ditunjuk oleh Belanda. Karena Gubernur Jendral memiliki hak veto, kewenangan Volksraad sangat terbatas.

Yang terakhir, Selama berdirinya, Volksraad dijadikan sebagai wahana perjuangan oleh pihak pribumi untuk menuntut kemerdekaan. Yang paling terkenal adalah Petisi Soetardjo yang diajukan oleh beberapa anggota Volksraad yang progresif pada tahun 1936. Mohammad Hoesni Thamrin dan Fraksi Nasional menggunakan bahasa Indonesia dalam Dewan Rakyat (Volksraad) untuk meninggikan dan memuliakan bahasa Indonesia.

Oke, aku mau memberikan tugas nih kepada kalian berupa tiga pertanyaan.

1.      Yang pertama, coba kalian jelaskan apa yang kalian pahami mengenai Volksraad?

2.      Yang kedua, jelaskan seperti apa strategi yang diterapkan oleh para tokoh perjuangan di Volksraad?

3.      Yang ketiga, menurut apa yang kalian pahami, makna apa yang terkandung dalam perjuangan tokoh-tokoh di Volksraad?

Kalian boleh mencari materi tambahan di buku-buku sejarah yang kalian punya atau mencari di internet. Kalau sudah, tulis di kolom komentar.

Oke semua. Sampailah kita pada penghujung materi kali ini. Sebelum mengakhiri materi kali, alangkah baiknya bila kita berdoa menurut kepercayaan masing-masing agar ilmu yang kita dapat hari ini dapat berguna dan bermanfaat kedepannya. Berdoa dimulai!

Berdoa Selesai!

Sampai bertemu lagi di kesempatan berikutnya adik-adik dan teman-teman SMK Negeri 12 Malang. Wassalamualaikum wr,wb. 


Kalau kalian bingung dengan penjelasan di atas kalian bisa melihat video di bawah ini: 



 

Comments

Popular Posts