Politik Etis dan Strategi Perlawanan di Masa Pergerakan
Hallo adik-adik dan teman-teman
sekalian. Assalamualaikum wr,wb. Selamat pagi, siang, sore, malem, untuk kalian
yang sedang menyasikan video ini dimanapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun.
Selamat datang di channel Youtube Bagas Gifari. Channel yang membahas mengenai
cara, tutorial dan review mengenai beberapa aplikasi dan situs, serta video
pembelajaran sejarah.
Kali ini kita akan
membahas mengenai Politik Etis dan Strategi Perlawanan di Masa Pergerakan.
Sebelumnya aku mau mengatakan bahwa materi video ini aku buat berdasarkan
materi yang dimuat oleh situs dan web di internet. Jadi aku mau mengucapkan
permintaan maaf bila perkataan dan tulisan subtitle aku ini sama dengan situs
dan web serta aku tidak mencantumkan alamat situs dan web yang aku gunakan
sebagai referensi. Aku juga mau minta maaf bila ada pengucapan dan tulisan yang
salah dalam membuat video ini.
Oke lanjut, mengutib
perkataan Taufik Abdullah dan A.B. Lapian dalam Indonesia Dalam Arus Sejarah VI
(2012), “Hasrat untuk meraih kemajuan bangsa Indonesia muncul ketika banyak
pemuda telah mengecap bangku sekolah, baik dalam maupun luar negeri. Selain
itu, munculnya surat kabar telah memupuk kesadaran-kesadaran berbangsa seluruh
lapisan masyarakat bumiputra. Kesadaran ini semakin tampak dengan banyaknya
organisasi kaum muda yang mengarahkan tujuannya untuk membentuk suatu bangsa
dan negara yang merdeka”. Dari kutipan tadi menunjukkan bahwa kaum pemuda yang
terpelajar mempunyai peranan yang cukup penting bagi kesadaran untuk mencapai
kemajuan dalam kehidupan berbangsa.
Dalam catatan sejarah
dapat diingat bahwa peranan pemuda dan kaum terpelajar tampak jelas terutama
setelah Politik Etis dilaksanakan di Indonesia. Dibukanya program edukasi jelah
membuka jalan lahirnya kaum muda terpelajar yang kemudian menggerakkan
kesadaran kebangsaan sehingga melahirkan gerakan kebangkitan nasional di
Indonesia. Puncaknya adalah terjadinya peristiwa Sumpah Pemuda yang telah
meneguhkan tiga pilar kebangsaan dan jati diri keindonesiaan, yaitu tanah air,
bangsa, dan bahasa Indonesia.
Setelah berhasil menggelorakan
Sumpah Pemuda, hampir setiap momen perubahan dan pembaharuan di Indonesia tidak
pernah lepas dari peran pemuda. Sebut saja Peristiwa Proklamasi Indonesia,
penumpasan G30S/PKI, dan lahirnya Orde Baru, serta Gerakan Refolusi tahun 1998.
Kaum pemuda tampil sebagai pelopor pergerakan. Peranan mereka dapat menentukan
kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tetapi sayangnya dalam kehidupan
dewasa ini nilai-nilai kepeloporan kaum muda terpelajar itu tidak sepenuhnya
dapat dipahami dan diteladani oleh para remaja, pemuda dan kaum terpelajar,
kecuali sebagian kecil. Mari kita lihat gejala dan kehidupan yang nampak pada
remaja dan masyarakat di berbagai daerah dewasa ini. Munculnya perilaku anarkis
di kalangan remaja, perkelahian antarpelajar, penyalahgunaan narkoba, dan
rapuhnya rasa nasionalisme. Tidak sedikit para remaja kita yang lebih gandrung
dengan budaya dan produk luar negeri ketimbang mencintai budaya dan produk
negeri sendiri. Juga, munculnya etnosentrisme hampir dapat kita jumpai di
berbagai daerah. Penggunaan bahasa Indonesia yang mulai rusak. Penolakan
terhadap seorang pemimpin karena tidak berasal dari suku bangsa yang sama atau
karena perbedaan keyakinan masih merupakan hal yang sering kali dapat kita
lihat dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik.
Hal ini sebagai
indikator rendahnya semangat nasionalisme dan jati diri keindonesiaan di
lingkungan masyarakat kita. Namun di tengah-tengah kemerosotannya, rasa
nasionalisme dan jati diri bangsa ini ada seorang bocah yang sudah mahir
bermain sepak bola yang bernama Tristan Alif Naufal. Kini ia telah mendapat
undangan untuk berlatih sepak bola di klub Ajax Amsterdam, Belanda. Ia bersama
kedua orang tuanya mendapat kesempatan menjadi warga negara Belanda dan
mendapat kesempatan menjadi pemain sepak bola di Tim Orange yang memang sangat
menjanjikan. “Aku mau membela Tim Nasional Indonesia. Aku tidak mau menjadi
warga negara Belanda. Aku mau menjadi warga negara Indonesia” ujar Alif.
Sungguh luar biasa pendirian anak yang sering dipanggil Alif tersebut. Sudah
barang tentu ilustrasi itu menginspirasi dan menggerakkan hati serta kesadaran
kita untuk meneguhkan kembali semangat nasionalisme kita.
Sehubungan dengan
problem remaja dan masyarakat yang mulai melemah semangat keindonesiaannya
serta cerita Alif di atas, penting untuk merevitalisasi nilai-nilai kepeloporan
para pemuda yang telah menggelorakan nasionalisme serta prinsip persatuan dan
kesatuan bangsa. Aku pun tidak mau kalah dari Alif. Melalui video ini, aku
berharap adik-adik dan teman-teman sekalian dapat memahami dan menghayati
meteri dalam video ini serta diharapkan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana penilaian dan
perasaan kalian mengenai pendirian Tristan Alif Naufal tadi? Komen di bawah ya.
Oke, anggaplah
informasi tadi sebagai apersepsi agar kalian dapat lebih memahami mengenai
Politik Etis dan Strategi Perlawanan di Masa Pergerakan. Sekarang, kita akan
memasuki materi yang sesungguhnya. Jadi, hal pertama yang akan kita bahas
adalah mengenai Politik Etis. Seperti yang mungkin telah kita ketahui bersama
bahwa beberapa kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda yang telah melahirkan
kemiskinan dan penderitaan rakyat telah mendapatkan kritik keras dari politikus
dan intelektual dari Belanda bernama C.H. van Deventer. Kritik itu mendapat
perhatian dari Pemerintah Belanda. Kemudian dibuatlah kebijakan untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat yang dikenal dengan Politik Etis. Politik
Etis ini terdiri dari bidang pendidikan, irigasi atau pertanian, dan emigrasi
atau transmigrasi.
Selanjutnya yang akan
kita bahas adalah Strategi Perlawanan di Masa Pergerakan. Strategi Perlawanan
di Masa Pergerakan terdiri dari tiga bagian, yaitu Pendidikan sebagai Simbol
Kemajuan, Pers sebagai Media Propaganda, dan Organisasi Pergerakan sebagai
Bentuk Bangkitnya Nasionalisme. Jadi yang pertama akan kita bahas dalam
Strategi Perlawanan di Masa Pergerakan adalah Pendidikan sebagai Simbol
Kemajuan. Seperti yang telah aku singgung tadi bahwa Politik Etis ini terdiri
dari bidang pendidikan, irigasi atau pertanian, dan emigrasi atau transmigrasi.
Bidang pendidikan menjadi pembuka wawasan bagi kaum muda terpelajar. Mereka
adalah golongan baru yang membawa ide-ide pada kesadaran kebangsaan. Para kaum
terpelajar ini yang menjadi pilar pertama Strategi Perlawanan di Masa
Pergerakan. Mereka tidak hanya membawa kesadaran kebangsaan, tetapi juga
membawa semangat kemajuan di segala bidang di Hindia Belanda atau Indonesia.
Pada akhirnya, banyak sekolah maupun perguruan tinggi yang tidak hanya dibuat
oleh Pemerintah Kolonial Belanda saja namun juga dari kalangan pemuda
intelektual ini. Kaum pemuda intelektual ini membuat sekolah mereka sendiri
untuk membentuk generasi berikutnya agar menjadi intelektual seperti mereka dan
pada akhirnya meneruskan perlawanan terhadap Pemerintah Kolonial Belanda.
Strategi Perlawanan di
Masa Pergerakan yang kedua adalah Pers sebagai Media Propaganda. Berkembangnya
pers atau media cetak menjadi penggerak ide-ide kemajuan, sehingga lebih memacu
berkembangnya ideologi dan pergerakan kebangsaan. Kemunculan dan perkembangan
pers tidak luput dari bertumbuhnya para kaum pemuda intelektual atau
terpelajar. Mereka memanfaatkan pers untuk menjalankan aksi propaganda terhadap
Pemerintah Kolonial Belanda. Ide, gagasan, pemikiran, dan kritik yang berada di
pikiran para kaum pemuda terpelajar dituangkan ke dalam berbagai pers untuk
memberikan kesadaran kepada rakyat agar melawan pemerintah. Bukan hanya itu
saja, pers juga digunakan untuk menyebarkan paham-paham ideologi yang malah
pada akhirnya memberikan semangat perjuangan dan rasa nasionalisme kepada
rakyat.
Yang ketiga dan yang
terakhir dari Strategi Perlawanan di Masa Pergerakan adalah Organisasi
Pergerakan sebagai Bentuk Bangkitnya Nasionalisme. Setelah dua strategi yang
sebelumnya telah berhasil, maka selanjutnya berkembanglah fase kebangkitan
nasional. Pada fase ini mulai berkembang berbagai organisasi pergerakan yang
mengusung ideologi kemajuan dan kebangsaan bahkan juga politik untuk
membebaskan rakyat dari penjajahan. Berkat bertambahnya kaum pemuda terpelajar,
perkembangan pers, perkembangan paham-paham ideologi baru, dan rasa nasionalisme,
menyebabkan lahirnya berbagai organisasi-organisasi pergerakan untuk melawan
penjajah. Berbagai organisasi yang berkembang baik yang bercorak keagamaan atau
yang sekuler, bercorak kedaerahan atau nasional, yang kooperatif ataupun yang
non-kooperatif, yang pemuda atau yang wanita, tampaknya belum mampu membentuk
persatuan yang kokoh untuk bersama-sama dalam menghadapi penjajah. Mereka masih
memikirkan bagaimana organisasinya berkembang. Hal ini menjadi pemikiran yang
serius bagi kalangan pemuda untuk mewujudkan gerakan persatuan dan kesatuan di
antara berbagai organisasi.
Oke, kesimpulan apa
yang kalian dapatkan. Saran, kritik, dan pendapat apa yang ingin kalian
lontarkan. Pertanyaan apa yang ingin kalian sampaikan. Tulis di kolom komentar
ya. Tapi ingat, jangan terlalu frontal bila berpendapat. Selalu jaga etika
berbahasa. Jangan seperti organisasi-organisasi di masa pergerakan yang
bersifat radikal. Salah-salah kalian malah kena tempe yellow alias ketangkap tangan oleh pihak Polisi Belanda lagi
wkwkwk. Tenang, aku tidak akan melapokan kalian kok. Bagiku, apapun yang kalian
tulis di kolom komentar di channel Youtube aku adalah sesuatu yang membangun diriku
untuk membangun channel ini. Boleh-boleh saja berpendapat frontal karena
perpendapat itu juga adalah hak segala umat manusia, tapi bahasanya
diperhaluslah sedikit supaya admin dari channel lain tidak tersinggung. Kalau
di channel ini mah bebas sefrontal kalian karena aku juga tipe orang yang suka
kebebasan. Siapa sih orangnya yang suka bila segala kebebasannya dibelenggu
terus. Oke, jangan lupa juga Subscribe dan like bila kalian suka video-video
seperti ini serta share video ini supaya makin banyak orang yang tahu makin
banyak orang yang memiliki ilmu. Sampai jumpa lagi di video selanjutnya, Good Bye
Babay.
Kalau kalian masih bingung dengan penjelasan di atas, mungkin video di bawah ini dapat membantu kalian.
Comments
Post a Comment