Tugas IPA kelas 9 Bioteknologi
Tugas IPA kelas 9
Bioteknologi
Oleh;
1) Nayla putri Ramadhani ( 21/9D)
2) Siti Adinda Fatma N. K ( 27/9D)
3) Zuliana Ismawati Firmadani(32/9D)
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGRI 1
TEMBELANG JOMBANG
2021/2022
Laporan Kelompok
Judul: Tapai singkong
Tujuan dari pembuatan tapai singkong:
- Mempraktikkan teori tentang fermentasi ragi pada singkong.
- Mengetahui cara pembuatan tapai singkong.
Kajian teori
- Bioteknologi berasal dari kata "bio" Yang artinya makhluk hidup dan " Teknologi " Yang artinya suatu cara ( alat ) untuk memudahkan manusia dalam memecahkan masalah atau membuat produk yang berguna. Bioteknologi dapat didefinisikan sebagai penggunaan organisme atau bagian dari organisme untuk membuat suatu produk atau jasa, sehingga dapat mensejahterakan manusia.
- Ragi tapai merupakan suatu inokulum atau starter yang digunakan untuk fermentasi tapai di Indonesia, ragi tapai mengandung beberapa mikroba dan enzim hidrolase. Di Jepang ragi tapai dikenal sebagai koji.
- Singkong mengandung berbagai nutrisi penting untuk tubuh. Pada 100 gram singkong rebus, terdapat kalori yang 98 persennya berasal dari karbohidrat, sisanya berasal dari protein dan lemak. Dalam takaran yang sama, singkong juga mengandung serat, vitamin, dan mineral.
- Tapai dibuat dengan memanfaatkan mikroorganisme yang ada dalam ragi tapai. Salah satu mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan tapai adalah khamir Saccharomyces cerevisiae. Selain Saccharomyces cerevisiae, jamur Aspergillus sp dan bakteri Acetobacter aceti juga berperan dalam pembuatan tapai. Mikroorganisme yang terdapat pada ragi tapai memiliki peranan yang sinergis, artinya mikroorganisme tersebut akan bekerja bersama untuk mengubah bahan baku singkong atau beras ketan menjadi tapai. Selama pembuatan tapai terjadi pemecahan ( hidrolisis) amilum atau pati menjadi glukosa. Proses ini di bantu jamur Aspergillus sp. Proses inilah yang membuat tapai berasa manis. Glukosa yang dihasilkan dari proses tersebut difermentasi menjadi alkohol oleh khamis Saccharomyces cerevisiae. Proses ini menyebabkan tapai memiliki aroma yang khas. Proses fermentasi yang di lakukan mikroorganisme dalam pembuatan tapai merupakan respirasi anaerob. Artinya dalam prosesnya tidak dibutuhkan oksigen.
Alat dan bahan
- Wadah
- Ragi
- Singkong
- Daun pisang
- Pisau
Cara kerja
- Kupas singkong dan cuci bersih, potong-potong sesuai selera.
- Kukus singkong hingga matang. Biarkan hingga benar-benar dingin.
- Tumbuk ragi tape hingga halus.
- Pindahkan dan tata singkong di wadah plastik yang memiliki penutup. Taburi dengan ragi hingga merata dan tutup wadah.
- Simpan di dalam lemari makan yang gelap dan suhu ruangan. Diamkan selama 2-3 hari. Tape sudah siap dinikmati.
Biaya produksi
- Singkong 1 kg : Rp. 6.000
- Ragi : Rp. 3.000
- total biaya produksi : Rp. 9.000
Perkiraan harga jual
- Dijual per mika dengan isi 3 iris singkong dengan harga Rp. 5.000
Kesimpulan
- Tapai tidak sepenuhnya matang karena seharusnya tidak perlu dibungkus satu persatu.
- Cara peletakan tape seharusnya seperti ditata bertingkat dengan arah yang berbeda.
- Seharusnya sewaktu singkong dikukus dan sudah dingin langsung di kasih dengan ragi, tidak perlu di tunggu semalaman.
Comments
Post a Comment